News

Akibat Adu Jotos,Yamaha Vixion Makan Korban Samapai Meninggal

GUNUNG MALELA,mediatrias.com – Kecelakaan lalulintas yang mengambil korban jiwa kembali terjadi di Jalan Asahan KM 16 -17 Jurusan Siantar-Perdagangan. Kali ini kreta Yamaha Vixion BK 6792-TBC tabrak Yamaha Vixion BK5845, Rabu (11/10) sekira jam 22.00 Wib.

Naasnya lagi, setelah saling bertabrakan, dua kendaraan roda dua kemudian dihantam truk yang dodiga mau masuk kegang jalan warga Bangum Namun katany Truc tetsebut kabur masuk kedalam untuk menghilangkan jejak trnyata jalan Dan bakas ban Truc di ikuti oleh Polsi Bangun Truc keluar kejalinsum kembali diketahui ciri-cirinya karena langsung kabur usai kejadian.

Korban tewas di lokasi adalah Ramadianto (19), karyawan swasta warga Simpang Susu, Nagori Pamatang Asilom, Kecamatan Gunung Malela. Sedangkan temannya, Wahyu Iman Habibi Harefa, (19) warga Jalan Asahan Km 18,5, Huta I, Nagori/desa Pematang Asilon, Kecamatan Gunung Malela, sempat mendapat perawatan. Namun akhirnya akhirnya tak tertolong lagi dan menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

Sementara korban kritis yaitu, Andika Afriansyah (18) mahasiswa warga Huta I, Nagori Pematang Asilum, Kecamatan Gunung Malela. Kemudian Yudi Syahputra (18) mahasiswa warga Nagori Bukit Maraja Simpang Asilum, Kecamatan Gunung Malela. Keduanya masih menjalani intensif di RSU Vita Insani, Siantar.

Informasi yang dihimpun awak Detiktipikor , Kamis (12/10) siang, kecelakaan itu terjadi tak jauh dari RM Erna, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Peristiwa bermula saat kereta Yamaha vixion BK 6792-TBC yang dikemudikan Ramadianto dan berboncengan dengan Andika yang sama-sama melaju dari arah Kota Siantar menuju Perdagangan.

Sesampai di lokasi kejadian, Ramadianto tidak menjaga jarak dengan kereta Yamaha Vixion BK5845-TBE yang dikemudikan Yudi Syahputra dan berboncengan dengan Wahyu Imam. Kedua kreta kemudian bertabarakan. Para penunggang kreta itu kemudian terjatuh sebelum ditabrak .setelah terjatuh langsumg truk yang datang dari arah berlawanan.selanjutnya awak media Detiktipikor menelusurinya kelokasi kejadian

Begitu kejadian, pengemudi truk langsung tancap gas. Sementara, pengemudi kreta dan yang dibonceng tergeletak di tengah jalan. Warga sekitar lokasi kemudian berhamburan dan memberikan pertolongan. Namun, Ramadianto ditemukan sudah tewas ditempat TKP. Polisi yang tiba di lokasi tak lama kemudian melarikan para korban luka ke rumah sakit.

Dari warga sekitar diketahui, bahwa lokasi kejadian sangatlah rawan kecelakaan lalulitas apalagi kondisi jalan memang banyak lobang.Kurab pnyakit jalimsum. Seharusnya juga lobang Yg sering buat kecelakaan Yah Kalau bisa selama warga terdekat luangkan waktu untuk menutupi agar jangan menjadi Masalah buat pengemudi Roda dua. Itukan menjadi Ibadah buat kita selama dipergunakan saudara kita Yg melintas ujar salah satu pengendara kereta Yg sedang berheti Melihat kejadian tak asing warga Bandar. Kepada Detiktipikor.
kalau tidak salah, tiga bulan lalu pernah kecelakaan kereta dan memakan korban jiwa juga,” kata warga bermarga Sinaga kepada Detiktipikor.

Kasat lantas AKP. Hendrik Barus Sik saat dikonfirmasi melalui Kanit laka-lantas Polres Simalungun Iptu Jhonny Silalahi membenarkan kejadian itu. Kata Iptu Jhonny, pihaknya sudah turun ke TKP dan sudah meminta keterangan saksi termasuk mengamankan barang bukti.

Kendaraan korban lumayan keadaanmya ringsek.
Sedangkan truk dan pengemudinya masih terus diburu Dan diselidiki. “Untuk dua korban tewas sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sedangkan dua korban luka masih menjalani perawatan medis,” jelasnya, Kamis (12/10) sekira jam 14.32 Wib melalui sambungan telepon seluler.

Ditempat Terpisah, salah seorang warga yang sempat melayat di rumah duka Wahyu Iman Habibi Harefa, menyebutkan bahwa para korban kecelakaan itu sebenarnya berteman.Wahyu Iman Habibi Harefa dikatakan sempat ikut testing masuk polisi. Tapi, karena gagal sebelumnya, orangtuanya berencana memberangkatkan Wahyu lagi ke NAD untuk kembali mengikuti test masuk polisi.“Ya, yang kami dengar korban itu akan ikut testing polisi lagi di Aceh,” kata seorang warga.

Pantauan Detiktipikor saat di rumah duka Nagori Pam Assilum Gunung Malela, Namun, pihak keluarga korban tak bersedia diwawancarai karena masih dalam keadaan berduka. Pihak keluarga meminta situasi duka itu bisa dipahami perasaan orang Tua korban mendengar kejadian ibaratkan disambar Entah apalah Yang tak dapat disebut lagi ujar para pelayat tentu tak sanggub lagi menuturkan sukawahnya terhadap putranya korban.

Reporter : (bp.kur)

Editor :zuham

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker