Daerah

Aziz Martindaz : Camat Katang Bidare Patut Diberikan Apresiasi Leadership

LINGGA,MEDIATRIAS.com– Sempena menyambut HUT Kemerdekaan Republik ke 74, pada 17 Agustus 2019, PSSI Kabupaten Lingga akan kembali bangkit. Hal tersebut disampaikan ketua PSSI Kabupten Lingga, Aziz Martindaz, S.Pd, kepada awak Media, (6 /07/2019).

Diketahui PSSI Kabupaten Lingga, sempat Vakum setelah Musyawarah Daerah sejak 23 Juni 2018. Namun kini telah di SK kan kembali oleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) pada bulan April 2019 lalu.

Dalam pengamatan Aziz Martindaz selama ini, bahwa antusias masyarakat Kabupaten Lingga cukup menikmati perkembangan kemajuan Sepak Bola PSSI, maka wajib baginya untuk membuat suatu regulasi program secara sistemastis dan terencana agar formasi sepak bola yang dipertontonkan mendapat nilai kualitas dan kuantitas hingga mendapatkan suatu prestasi dari kejuaraan.

“Karena itu mudah-mudahan setiap kompetisi yang dilakukan diluar dari Program PSSI akan kita atur, agar nantinya tidak saling bertabrakan jadwalnya”,kata Nya.

Momen Pelantikan Kepengurusan PSSI Kabupaten Lingga periode (2018 – 2022) merupakan tonggak awal dari suatu perubahan sistem persepakbolaan yang akan digulirkan nantinya dan akan dikemas seprofesional mungkin.

“Atau paling tidak mendekati profesional agar Lingga nantinya dalam mencari bibit-bibit persepakbolaan untuk diwakilkan pada ajang kompetisi yang lebih tinggi benar-benar mendapatkan bibit yang berkualitas, transparan dan akuntabel. Berdasarkan momen Pelantikan itu pula baik nya disejalankan dengan Rapat Kerja Daerah I dan sekaligus uji kompetisi pertama dengan Turnamen Sepak Bola PSSI CUP I Lingga, yang juga merupakan rangkaian awal dari suatu program yang berkelanjutan”, Aziz Martindas menjelaskan.

Harapan Nya, nanti segala ketentuan dan aturan dapat disepakati oleh panitia yang dilegitimasi PSSI yang ditetapkan oleh peserta Club ataupun Tim yang terpilih.

“Sesuai ketentuan yang ada ditempatkan sebagai peserta Liga Lingga 1 (L21) dari perwakilan daerah Kecamatan Se-Kabupaten Lingga. Oleh karenanya dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda), nanti akan dibahas rancangan Liga tersebut yang memakai Sistem Kompetisi Penuh (double round-robin) yaitu main tandang dan kandang atau Home away. Waktu lamanya kompetisi selambatnya 10 – 11 bulan”,ujar Nya.

Aziz Martindaz sebelumnya lebih dikenal Masyarakat Kabupaten Lingga maupun Provinsi Kepri sebagai Aktivis yang menyuarakan hak-hak masyarakat dari segi peningkatan Sumber Daya Masyarakat (SDM), yaitu peningkatan pembangunan maupun peningkatan Ekonomi Masyarakat, serta turut memperjuangkan Depenitive Provinsi Kepri dan Kabupaten Lingga, sejak dulu.

Kini diketahui juga, bahwa Aziz Martindaz yang akrab disapa Aziz telah terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupten Lingga, periode (2019-2024) karena kegigihan nya dalam perkembangan politik di kabupaten Lingga.
Kemudian dia juga menyinggung adanya rencana Kecamatan Katang Bidare yang juga ingin membentuk Liga Sepak Bola, sebagai Ketua PSSI Lingga.

Aziz juga berpendapat bahwa hal itu adalah baik dan sangat perlu untuk di dukung.

“Walaupun dari Aspek Legalitas penyelenggaraan tersebut PSSI belum dilantik, Kita tidak mempermasalahkan, karena memang sedari awal, jauh sebelumnya pemikiran saya untuk membuat Liga Sepak Bola antar Kecamatan Se-Kabupaten Lingga, memang musti diawali dari Liga antar Desa. Hal itu pernah saya lakukan pada tahun 2008 dengan membentuk Liga lestari untuk wilayah Kecamatan Lingga Timur (Lingtim), Lingga Utata (Linggut) dan Liga Komite Olahraga Nasional (KONI) diwilayah Kecamatan Lingga, sehingga akhir dari kedua Liga tersebut kita kompetisikan lagi para juaranya pada Super Liga”, diungkapkan Nya.

Menurut Aziz, keinginan Camat Katang Bidare bukan hal yang baru pernah dilakukan. Rencana mereka patut diapresiasi leadership kepemimpinannya dalam membangkitkan pencinta Olahraga sepak bola, maupun bidang olahraga lainnya.

Aziz Juga menilai, bahwa jarang sekali ada camat yang punya kepedulian dalam persepakbolaan. Padahal sepak bola ini jika dikelola secara baik dan profesional bukan saja dapat dinikmati dalam bentuk hiburan, lebih dari pada itu jika sudah ada prestisi dari suatu program, maka profit berupa pajak tontonan pun bisa di dapat oleh pemerintah daerah kabupaten lingga dari partisipasi yang tanpa sadar dilakukan oleh masyarakat.

“Oleh karena itulah atas dasar begitu banyak dan berminat nya masyarakat menikmati persepakbolaan, maka kita ingin menjadikan dan mengubah mindset persepakbolaan kabupaten lingga yang berorientasi pada Profit Orientied. Bukan itu saja yang didapat lebih dari itu secara perlahan-lahan kita juga dapat melakukan pembenahan lapangan sepak bola, yang semulanya tidak memenuhi ukran standar, tentu nya akan menjadi lebih baik lagi, shingga mendekati standar, pada setiap wilayah kecamatan ataupun tuan rumah dari Club maupun Tim Desa yang merupakan perwakilan Liga” ,pungkas Aziz.

Pandangan Nya, harapan ini tentu tidak lepas dari partisipasi dan dukungan masyarakat, baik itu masyarakat penikmat sepakbola maupun sponsor-sponsor yang ingin terlibat didalamnya, terutama pemerintah daerah dalam rangka langkah awal memberikan insentif anggaran sebelum benar-benar nantinya PSSI beserta program-programnya bisa mandiri lepas dari ketergantungan Pemerintah Daerah. (Arie)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker