Kesehatan

Diduga Salah Beri Obat Dari Bidan,Nur Hidayati Di Seberangkan ke RSU Tanjung Pinang, Untuk Rawat Inap

LINGGA, MEDIATRIAS.com – Diduga salah mengkonsumsi Obat, Nur Hidayati, seorang warga Desa Rejai, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, di berangkatkan ke Rumah Sakit Umum Tanjung Pinang, seminggu yang lalu. Hal ini disampaikan nya saat di konfirmasi awak Mediatrias.com, (17-5).

Tidak hanya itu, Nur Hidayati juga menceritakan awal mula kejadian, bahwa Nur Hidayati sedang mengalami kondisi kurang Sehat sehingga pada (3 Mei 2019), Jum’at Siang itu, dia mendatangi Rumah Bidan/Perawat yang berinisial (SF) sebagai petugas Pos pembantu Kesehatan terdekat yang berada tidak begitu jauh jarak nya dari rumah kediaman pasangan suami/istri (Pasutri) Nasri (48) dan Nurhidayati (47).

“Saye datang kerumah Bidan untuk Perikse kondisi saye, tapi buk bidan tidak ade, karena bidan memang jarang di tempat”, Kata Nur Hidayati.

Namun Kedatangan Nurhidayati di sambut oleh pembantu keluarga yang bekerja di rumah Bidan/Perawat (SF), adapun Inisial Pembantu keluarga tersebut adalah (N), yang menjelaskan bahwa Bidan sedang berada di tanjung Pinang. Selain itu, (N) juga menanyakan maksud Kedatangan Nur Hidayati, dan Nur Hidayati pun menjelaskan bahwa ingin memeriksakan sakit yang di alami nya, kepada Bidan yang bertugas di Desa tersebut, namun (N) pun memberikan keyakinan bahwa ia (N- Red) biasa membantu memberikan obat kepada warga yang sakit, dikala (SF) tidak berada ditempat.

“Pembantu Keluarga Rumah Bidan tersebut memberikan 3 macam obat kepade saye untuk di minum, Karene Sebelum nye telah merasakan sakit di daerah tangan dan terase kaku untuk digerakan, make saye menerime obat tersebut”, Ucap Nur Hidayati.

Nur Hidayati kembali ke rumah diwaktu siang itu juga, pada malam harinya langsung meminum obat yang di berikan oleh (N), tidak lama kemudian ada yang aneh dirasakan nya, yaitu kondisi badan terasa Gatal dan Panas seakan tubuh terasa terbakar shingga harus membuka pakaian yang dikenakan nya.

Setelah beberapa hari kemudian Bidan (SF) pulang ke Desa Rejai dari Tanjung Pinang pada hari Minggu (6 Mei 2019), mengetahui hal itu Nur Hidayati pun mendatangi Rumah Postu kembali untuk menemui bidan (SF) serta memberi tahukan bahwa obat yang di minum nya dari pemberian (N) membuat kondisi terasa semakin tidak nyaman.

“Saye menceritakan hal itu kepade bu bidan, namun bu bidan mengatakan obat yang di berikan itu sama fungsi nya”, ujar nya Nur Hidayati.

Terus menerus meminum obat yang di berikan Bidan, Kondisi Nur Hidayati tidak sedikit pun mengalami perubahan, bahkan kodisinya semakin melemah, sehingga mencoba kembali untuk berkomunikasi dengan Bidan.

“Awal nye saye bertanye kepada Bu Bidan tentang kondisi saye ini semakin terasa aneh, selain gatal, panas dan kini malahan terasa lemah, namun bidan menyarankan untuk periksa kembali, ternyate setelah di periksa kadar Kolestol 200 lebih dan Asam Uratnya 600 lebih, Kata bidan kadar ini adalah tinggi, sehingga bidan memberikan Obat dengan segala biaya Rp. 155.000,- “, dijelaskannya.

Dengan berulang kali tidak mengalami perubahan, sehingga Nur Hidayati meminta persetujuan Bidan untuk berangkat ke Tanjung Periksa untuk memeriksa lebih lanjut kondisi nya.

Setiba di Kota Tanjung Pinang, pada (10-5) jum’at, Nur Hidayati melakukan pemeriksaan diperaktek Dr, Edi Sobri, “bidan menyarankan untuk periksa di Praktek tersebut yang beralamat di Suka Berenang, setelah melakukan pemeriksaan Dr. Sobri pun menyarankan untuk melakukan rawat inap di RSU Tanjung Pinang”, diungkapkan nya.

Diketahui sampai hari ini Nur Hidayati sudah menginap selama satu minggu dirawat inap di RSU tersebut dan hingga berita ini ditayangkan Bidan SF dan Dr. Sobri belum dapat di konfirmasi dengan tujuan untuk mendapat informasi lebih lanjut. (HK)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker