Peristiwa

Dilaporkan Penelantaran Anak dan Kawin Halangan, Deni Nekad Bunuh Diri di Pohon Rambutan

SIMALUNGUN.MEDIATRIAS.com – Depresi karena dilaporkan istri tua, Deni Asnuri (38) warga Nagori Pematang Gajing, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun nekad gantung diri di pohon rambutan depan rumahnya, Kamis (31/10) sekira jam 05.00 wib.

Informasi dihimpun dari warga sekitar, Deni bekerja sebagai buruh bangunan. Diduga aksi nekad gantung diri itu dilakukan karena depresi di panggil Polisi Polres Simalungun.

“Sehari sebelum tewas, dia dipanggil Polisi Polres Simalungun untuk diperiksa lae. Kalau pekerjaan sehari hari Deni sebagai buruh bangunan di Kota Siantar. Diduga stress, makanya dia nekad bunuh diri,” papar Purba, Kamis (31/10) sekira jam 11.00 wib.

Saat ditanya terkait pemanggilan pria tewas gantung diri itu, Purba mengatakan bahwa mantan istrinya melaporkan Deni karena kasus penelantaran anak dan pernikahan halangan.

“Gara gara menelantarkan anak dan menikah halangan lae makanya dilaporkan si Deni sama istri tuanya.” Imbuhnya.

Dari pria ini juga diketahui bahwa Deni memiliki dua orang anak. Seorang anak dari istri tua dan seorang anak dari istri muda.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bangun AKP B Manurung tentang seorang pria ditemukan tewas bunuh diri, pria berpangkat Tiga Balok Emas di pundak itu membenarkan aksi nekad bunuh diri Deni Asnuri.

Dijelaskannya, Deni nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon rambutan yang ada di depan rumahnya.

Orang pertama sekali mengetahui adalah istri mudanya yakni Nurmayani (33) sekira jam 05.00 WIB.

Sang suami diketahui tewas tergantung berawal saat istri muda mendengar suara handphone milik Deni berbunyi. Nurmayani pun tersentak bangun lalu mengangkat sambungan telepon.

Sadar bahwa Deni tidak tidur disampingnya, Nurmayani lalu mencari keberadaan suaminya. Sewaktu mencari ke luar rumah, ia pun terkejut melihat Deni tergantung tak bernyawa di pohon rambutan depan rumahnya.

Bersama warga dan Polisi, jasad kaku Deni diturunkan. Menurut medis Puskesmas Gunung Malela, kematian korban murni bunuh diri.

Hal itu dibuktikan dari celana yang digunakan Deni terlihat kotoran serta lidah menjulur keluar.

“Pihak keluarga Deni juga sudah membuat surat keterangan tidak keberatan akan kejadian bunuh diri Deni.” Tandas Kapolsek Bangun AKP B Manurung

MT

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker