News

Diprediksi APBD-P 2019 Capai Rp 1,234 Triliun, Naik 2,21 Persen

BINTAN,MEDIATRIAS.com-APBD Perubahan (APBD-P) 2019 diprediksi mencapai Rp 1,234 triliun. Nominal ini mengalami kenaikan sebesar 2,21 persen dibandingkan proyeksi APBD Murni 2019 yang hanya sebesar Rp 1,207 triliun, Namun mengalami defisit sebesar Rp 211,94 miliar lebih, Selasa (9/7/2019).

Kenaikan pendapatan pada APBD-P 2019 itu berasal dari proyeksi peningkatan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.Kemudian pendapatan daerah yang sah juga meningkat sebesar 7,93 persen atau Rp 11,89 miliar lebih. Dari anggaran semula di APBD Murni hanya Rp 149,95 miliar lebih menjadi Rp 161,85 miliar lebih.

Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan beberapa waktu lalu telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepakatan ranperda tentang pertanggungjawaban APBD Bintan 2018 yang telah diaudit oleh BPK RI.

Kata dia, dari pemeriksaan tersebut terdapat sisa lebih perhitungan anggaran. Maka dalam penyampaian rancangan perubahan kebijakan umum APBD serta rancangan perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara terdapat penambahan atau penyesuaian terhadap rencana penerimaan daerah dan rencana penambahan alokasi dana pada kegiatan tertentu.

“Kegiatan yang tak terakomodir akan diupayakan penyelesaiannnya melalui APBD-P. Makanya nominal pada APBD-P ini mengalami kenaikan Rp 26,63 miliar sehingga menjadi Rp 1,234 triliun lebih,” kata Apri pada Sidang Paripurna DPRD Bintan.

Kemudian juga ada penganggaran beberapa kegiatan yang tidak dapat diakomodir di APBD Murni 2018 akibat keterbatasan anggaran. Sehingga kegiatan-kegiatan tertentu yang tak dapat terlaksana sebelumnya akan direalisasikan melalui APBD-P.

Untuk PAD pada APBD-P tahun ini, lanjutnya diproyeksikan sebesar Rp 256,74 miliar lebih atau terjadi peningkatan sebesar 6,09 persen atau Rp 14,74 miliar lebih dari APBD Murni sebesar Rp 242 miliar lebih.

“Dari sisi belanja daerah secara keseluruhan plafon anggaran juga terjadi kenaikan sebesar 15,15 persen atau Rp 190,28 miliar. Dari sebelumnya hanya Rp 1,256 triliun lebih menjadi Rp 1,446 triliun lebih,” sebutnya.

Belanja daerah tersebut terbagi atas belanja langsung dan tidak langsung. Untuk belanja tidak langsung dialokasikan sebesar Rp 641,81 miliar lebih. Nominal itu mengalami kenaikan 6,01 persen dari besaran sebelumnya yang hanya Rp 605,43 miliar lebih.

Sedangkan untuk belanja langsung dikucurkan sebesar Rp 804,47 miliar. Terjadi peningkatan 23,66 persen dari alokasi sebelumnya hanya Rp 650,57 miliar lebih.

“Dari keseluruhan total pendapatan dan belanja daerah terjadi defisit anggaran sebesar Rp 211,94 miliar lebih,” jelasnya.

Defisit anggaran itu akan ditutupi dari pembiayaan daerah yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran sebesar Rp 213,94 miliar dan pengeluaran pembiayaan yang berasal dari komponen penyertaan modal (investasi) pada PD BPR Bintan sebesar Rp 2 miliar.(jo)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker