Ekonomi & Bisnis

Harga Telur Ayam Menurun, Akan Kesulitan menjualnya di Pasaran

BINTAN,MEDIATRIAS.com  – Pelemahan ekonomi di Kabupaten Bintan ternyata membawa dampak kepada para peternak ayam petelur.

 

BINTAN- Sejak beberapa bulan terakhir pelaku ekonomi merasa sulit memasarkan produknya ke pasaran. Apalagi usaha itu berupa peternak telur ayam, Kamis (21/3/2019).

 

Teddy yang akrab di sapa Aan, merupakan seorang pelaku usaha ayam petelur mengatakan saat ini penjualan yang ia lakukan mengalami penurunan secara drastis. Bahkan ribuan telur tampak menumpuk di gudang penyimpanannya.

Dia menceritakan, dalam sehari ternaknya mampu memproduksi telur 9 ribu telur, sejak menurunya permintaan dipasar dirinya sedikit bingung entah mau dikemanakan usaha telurnya itu.

 

“Sekarang susah jual telur, harganya pun cenderung turun. Kalau sebelumnya harga telur nomor 1 Rp 1.500,- perbutir, kini hanya Rp 1.450,-. Kalau ukuran nomor 2 sekaranf Rp 1.300,- kalau normal Rp 1.350,-. Untuk telur nomor 3 hanya Rp 1.200,- dari harga normal Rp 1.250,- perbutir,” ungkap Aan kepada media ini di lokasi ternaknya di Gesek.

 

Tidak hanya itu saja, selain harga jual yang melemah, justru harga pakan ternak mengalami kenaikan, bibit ayam dan ongkos pesawat semakin membuat biaya produksi sudah menyamai omset yang didapat. Sehingga pelaku usaha hanya mendapatkan laba yang sangat tipis akibat kenaikan biaya operasional.

 

“Sekarang susah jual telur, harganya pun cenderung turun. Kalau sebelumnya harga telur nomor 1 Rp 1.500,- perbutir, kini hanya Rp 1.450,-. Kalau ukuran nomor 2 sekaranf Rp 1.300,- kalau normal Rp 1.350,-. Untuk telur nomor 3 hanya Rp 1.200,- dari harga normal Rp 1.250,- perbutir,” bebernya lagi. (Jo)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker