Sorot Hukum

Kasus Penikaman WNA,Paulus Amat Tantoso di PN Batam: Masih Tahap Menghadirkan Saksi

BATAM,MEDIATRIAS.com –Akibat Peristiwa penikaman salah seorang warga negara asing (WNA) bernama : HONG KOON CHENG Als CELVIN pada hari Rabu tanggal 10 April 2019 sekira pukul 18.40 wib bertempat di WEY-WEY SEAFOOD Restaurant Harbour Bay Kec. Batu Ampar – Kota Batam, hanya saja dalam tahap persidangan yang digelar di PN Batam terdakwa Bapak Paulus Amat Tantoso masih saja menjalani tahanan rumah tentu hal ini menjadi perhatian dan perbincangan hangat masyarakat Kota Batam terhadap penegakan hukum.

Maka fakta persidangan diruang sidang PN Batam oleh Ketua Majelis Hakim ibu Yona Lamerrosa Ketaren yang didamping dua majelis hakim lainnya meminta kepada ibu Rumondang Manurung, SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengajukan saksi terdakwa nya.

Sementara itu,Rumondang Manurung, SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan saksinya ada sekitar 8 (Delapan) orang, cetusnya dipersidangan (29/8/2019).

Kemudian Ketua Majelis Hakim bertanya mau diajukan semua, artinya keterangannya keterangan saksi itu berbeda-beda ?

Menurut ibu Rumondang Manurung, SH selaku Jaksa penuntut Umum (JPU) mengatakan kalau saksinya korban dengan saksi lainnya berbeda, jumlahnya ada sekitar 8 orang, cetusnya lagi.

Kemudian Ketua Majelis Hakim meminta supaya bisa menghadirkan saksi korban untuk persidangan berikutnya yaitu pada hari Kamis tanggal 5 September 2019.

Yona Lamerrosa Ketaren selaku Ketua Majelis Hakim kembali bertanya lagi, korbannya ada di mana ?

Rumondang Manurung, SH menjawab bahwa sehubungan dengan perkara ini korbannya warga negara Malaysia dan menurut data yang kita peroleh dari kepolisian bahwa telah meninggalkan Indonesia dan perlu melakukan pemanggilan itu harus melalui kedutaan besar Malaysia di Pekanbaru Provinsi Riau, cetusnya lagi.

Kata ibu Yona Lamerrosa Ketaren selaku Ketua Majelis Hakim PN Batam mengatakan, kami beri waktu satu minggu, cukup ?

Rumondang Manurung, SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjawab,. Cukup, ungkapnya.

Yona Lamerrosa Ketaren selaku Ketua Majelis Hakim PN Batam menyatakan kita tunda jadwal sidang minggu depan yaitu pada hari Kamis tanggal 5 September 2019 demikian.

“Diminta kepada terdakwa kooperatif, supaya hadir pada hari Kamis tanggal 5 September 2019 untuk mendengarkan keterangan saksi” tutup Ketua PN Batam.(S/ip).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker