Hukum & Kriminal

Modus Koperasi, Karyawan PTPN III Dipungli

SIMALUNGUN.MEDIATRIAS.com – Pungli modus koperasi siluman di PTPN III Bangun, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun resahkan karyawan.

Setiap karyawan diwajibkan memberikan setoran melalui Mabes (Mandor Besar). Modus koperasi ini merupakan memperhalus pungli. Diduga dalang kutipan ini rekanan PTPN III Bangun.

“Seluruh mandor besar afdeling melakukan kutipan terhadap karyawan setiap bulannya. Dalangnya rekanan PTPN III Kebun Bangun bang” Ungkap AD (47) warga Kecamatan Gunung Malela ini, Selasa (16/7) sekira jam 15.00 wib.

Tambahkan AD (47) besarnya kutipan bervariasi. Sebagian karyawan dipungut sebesar Rp 50.000 perbulan, namun ada juga Rp 30.000. Alasan mandor besar melakukan kutipan karena ulah karyawan mengandalkan pekerja siluman.

“Besarnya kutipan setiap bulannya bervariasi bang, ada Rp 50 ribu, dan Rp 30 ribu. Alasan mereka karena karyawan bekerja mengandalkan pekerja siluman.” Imbuhnya.

Akibat pungli modus koperasi yang dirasakan sejumlah karyawan, puluhan pekerja siluman diharuskan bekerja setiap hari menggantikan posisi karyawan tetap.

Jika melanggar, maka karyawan tetap yang terlanjur menyerapkan (menggantikan) pekerjaannya kepada pekerja siluman akan menuai masalah.

“Kalau gak mau, karyawan tetap akan dilaporkan ke manajemen PTPN III. Sanksinya pecat atau mutasi. Agar tidak bermasalah terpaksa kerjaan mereka dikerjakan pekerja siluman.” Beber Mul (41) warga setempat.

Ternyata sistim pekerja serap telah berlangsung lama, bahkan untuk upah harian kerja, gaji karyawan tiap bulannya dipotong melalui koperasi. Biasanya yang mengutip mandor besar (mabes).

“Permainan ini sudah lama, jadi kami harus relakan kerjaan kami sama pekerja siluman. Gaji kamilah dipotong mengatasnamakan koperasi dan yang mengutip mandor besar,” lanjut Mul membeberkan.

Dampak keharusan pekerja siluman bekerja menggantikan posisi karyawan tetap perkebunan PTPN III, akhirnya menjadi momok menakutkan.

“Temuan ini sebenarnya momok menakutkan bagi karyawan tetap. Karyawan hanya status tetapi yang bekerja pekerja siluman.”ujar Gun (45) menimpali.

Tersiar kabar pengelola koperasi bukanlah berstatus karyawan. Diduga oknum tersebut merupakan warga Nagori Bangun inisial Fad (50).

Hingga berita ini dilayangkan, Fad belum berhasil dikonfirmasi terkait dirinya sebagai Direktur Koperasi di PTPN III Bangun.

(TIM)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker