Hukum & Kriminal

Nasabah Koperasi BNI Teriaki Rahmat : Semoga Kau di Hukum Berat Penipu

PEMATANGSIANTAR.MEDIATRIAS.com – Ratusan pengunjung memadati ruangan persidangan Pengadilan Negeri Siantar atas perkara penggelapan uang nasabah Koperasi Bank BNI Kota Siantar, Rabu (10/7) sekira jam 14.00 wib.

Persidangan dilaksanakan dengan agenda pemeriksaan saksi saksi. Empat orang korban memberikan keterangan dihadapan Majelis Hakim, Jaksa, Penasehat Hukum dan terdakwa. Persidangan ini dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Siantar, Hakim Danar Dono.

Usai persidangan kasus Koperasi Swadharma Bank BNI ini, puluhan perempuan berusia senja menggeruduk ruangan tunggu jaksa, sekira jam 15.56 wib.

Pantauan di lokasi ruangan tunggu persisnya tak jauh dari sel tahanan, petugas keamanan sempat kewalahan menghadang jumlah massa yang emosinya memuncak.

Suasana semakin memanas takkala terdakwa Rahmat dibawa petugas keruangan sel tahanan lewat jalur belakang. Kalimat sumpah serapah pun terucap,

“Manusia kejam kau rahmat penipu, tega kau menipu kami opung opung. Uang hasil jerih payah kami kau golapkan. Mampuslah kau rahmat, mudah mudahan kena azab kau.”

“Miliaran uang kami hilang kau golapkan rahmat. Pak hakim, dengarkan permohonan kami yang sudah tua ini, hukum dia seberat seberatnya sampai seumur hidup, karena masih banyak korban yang jadi korbannya. Tuhan akan menghukummu rahmat penipu,” teriak kaum ibu ini di ruangan tunggu disamping sel tahanan Pengadilan Negeri Siantar.

Aksi geram para korban ini sempat terlampiaskan ke papan tulis pembatas. Bahkan sejumlah pengunjung mengganggap aksi tersebut masih wajar. Pasalnya seluruh korban mengharapkan uangnya kembali dan si terdakwa diberikan hukuman sepantasnya.

“Wajarlah bang aksi opung opung ini menjerit, mendorong papan tulis hingga berusaha menggeruduk agar dapat melihat terdakwa didalam sel tahanan. Uang mereka miliaran ditipu si rahmat itu. Aku aja berharap agar dia diberikan hukuman berat.” Ucap Sinaga (47) pengunjung persidangan.

Hingga akhirnya suasana ricuh ini dapat diredam pegawai pengadilan dan meminta para korban penipuan tidak berteriak karena persidangan terdakwa lainnya sedang digelar,

“Tolonglah suaranya jangan ribut, persidangan terdakwa lainnya masih digelar. Jangan gara gara kalian jadi terganggu sidang ini. Di mohon ya agar menjaga volume suara” ucap pegawai pengadilan ini.

Pengakuan sejumlah korban, sebelumnya Kasus ini terungkap sejak tahun 2016 lalu. Para korban pun mendatangi Polres Siantar untuk membuat laporan pengaduan agar seluruh pelaku yang menggelapkan uang nasabah diproses hukum.

“Sejak tahun 2016 lalu, sudah kami laporkan ke polres siantar bang. Tertangkapnya pelaku baru bulan maret empat bulan lalu, itupun karena saya jumpai pengacara kondang hotman paris ke jakarta barupun pelaku ditangkap polisi bang,” ungkap Hotna Rumasi.

Disebutkan Rumasi, adapun jumlah korban Koperasi Bank BNI sebanyak 10 orang, yakni Albine Siagian, Hotna, Tota Resmida Lumban Toruan, Ramli Tobing,, Medi Situmorang, Serpinar Sihite, Aspiah Sitompul, Sumiati Pasaribu, Susan Tan, Merry Pasaribu.

Ditaksir kerugian korban mencapai 4 miliar. Secara keseluruhan, korban yang turut serta menabung di Koperasi Bank BNI Kota Siantar berjumlah 60 orang dan ditaksir kerugian 20 miliar.

“Korban yang dirugikan sesuai persidangan ini sebenarnya 14 orang tapi nama yang saya ingat 10 orang saja. Kerugian untuk 14 orang mencapai Rp 4 Miliar. Kalau keseluruhannya 60 orang. Jika dijumlah kurang lebih mencapai 20 miliar.” Beber Hotna.

TIM

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker