Kesehatan

Pasca Tewasnya Ibu Muda Pasien Rumah Sakit Karya Husada, Warga Sesalkan Sikap Anggota Dewan Guntur Lumbansiantar

SIMALUNGUN.MEDIARRIAS.com – Pasca meninggalnya seorang ibu muda berusia 29 tahun, (7/12) lalu, setelah menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, pihak manajemen memilih bungkam.

Hingga kini peristiwa yang terjadi tiga minggu lalu masih misteri. Takkala awak media mempertanyakan keberadaan Dirut (Direktur Utama) Rumah Sakit Karya Husada, Jumat (28/12) sore, perawat dan karyawan enggan memberikan komentar.

“Gak tau pergi kemana bapak dierktur bang. Inikan suasana natal, kemungkinan pulang kampung,” ucap perawat yang tidak diketahui identitasnya.

Ketika awak media mempertanyakan Dirut Rumah Sakit Karya Husada bernama Guntur Lumbansiantar, masih berstatus Anggota Dewan Kabupaten Simalungun, perawat tersebut menjawab,

“Tanya kedalam saja bapak, kami hanya perawat. Mengenai bapak guntur, saya tidak berani jawab. Langsung saja tanya ke dalam, karena beliau selaku pimpinan di rumah sakit ini,” ujarnya lagi menyarankan awak media untuk masuk menemui receptionist.

Informasi disekitaran Rumah Sakit Karya Husada membenarkan jika Dirut Rumah Sakit Karya Husada, Guntur Lumban Siantar merupakan Anggota Dewan Kabupaten Simalungun.

“Memang benar bang, guntur lumbansiantar anggota dewan simalungun. Setahu kami, beliau pemilik dan merangkap sebagai direktur utama rumah sakit karya husada,” bilang SM (45).

Menghindarnya Dirut dari terpaan pertanyaan wartawan terkait seputaran kejadian tewasnya seorang pasien meninggal usai operasi caesar tiga minggu lalu patut disayangkan.

Terkait kejadian ini, warga sangat menyayangkan aksi diam sang dirut. Warga sekitar pun lalu berkata, selayaknya seorang Anggota Dewan menjadi pelindung serta pengayom masyarakat, harus berlapang dada dan bersikap transparan kepada publik, bukan malah terkesan menutupi informasi.

“Mirislah bang, lihat sikap anggota dewan yang tidak terbuka. Beliau kan direktur utama di rumah sakit miliknya, sebaiknya dia jelaskan saja, karena menyangkut nyawa pasien. Justru dia terbuka, warga bangga melihatnya sehingga tanggapan miring pun tidak ada,” kata MG (41) kepada awak media yang menyesalkan sikap diam Guntur Lumbansiantar.

Diseputaran lokasi Ruangan Receptionist, tidak satupun karyawan terlihat. Yang tampak hanya meja setinggi 1.25 cm, bercorak coklat, hitam, putih tanpa penunggu. Inilah salah satu bukti kurangnya pelayanan rumah sakit.

Kronologis tewasnya ibu muda setelah operasi caesar

Oliv boru Sitanggang (29) warga Huta Bagasan, Nagori Bandar Rakyat, Kecamatan Bandar, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Bina Kasih Medan, Jumat (7/12).

Informasi pasien tewas setelah selesai operasi caesar diperoleh awak media dari Pardamean warga Tembilahan, Provinsi Riau, saat di hubungi melalui handphone seluler, Rabu (12/12) sekira pukul 15.00.WIB.

Pasien bersama suaminya, H Hutahaean (31) baru tiga bulan tinggal di Simalungun untuk menjalani proses persalinan. Tiba masanya melahirkan, bersama suami, Oliv di bawa ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Senin, (3/12).

Awalnya proses operasi caesar berjalan lancar dan kondisi kesehatan pasien dalam keadaan sehat hari itu. Tiga hari menjalani perawatan tepatnya hari Kamis (6/12) pagi, tiba tiba kondisi tubuh Oliv mengalami bintik bintik merah hingga menjalar disebahagian tubuhnya.

Atas persetujuan keluarga, Dokter Ahli Kandungan AS dengan sigap memberikan obat seharga 3 juta rupiah. Hingga malam hari, reaksi obat malah semakin memperburuk kesehatannya.

Malam itu juga, sekira pukul 22.00 WIB, dengan menggunakan mobil ambulance, Oliv dirujuk ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Hanya satu malam anggi boru (adik ipar) saya mendapat perawatan di Rumah Sakit Bina Kasih Medan Lae. Dia dibawa ke Medan sekitar pukul 22.00 WIB, dari Rumah Sakit Karya Husada,” ujar PH

Tepatnya hari Jumat, (7/12) OUS menghembuskan nafas terakhirnya dihadapan suami tercinta. Suasana Rumah Sakit sontak berubah ramai. Sang suami bernama H Hutahaean meratapi jasad istri tercinta yang terbujur kaku di atas tempat tidur.

“Hari jumat meninggal anggi boru di hadapan suaminya. Mengetahui istrinya meninggal, suaminya menangis sejadi jadinya meratapi jasad anggi boru yang terkujur kaku,” katanya lagi menjelaskan situasi kala itu.

Disemayamkan selama tiga hari di rumah duka, yang terletak di Huta Bagasan, Nagori Bandar Rakyat, Kecamatan Bandar, Kecamatan Bandar, akhirnya pada hari Senin (10/12) sekira pukil 17.00 Oliv di makamkan.

Direktur Utama Rumah Sakit Karya Husada, Guntur saat dikonfirmasi awak media terkait seorang pasien meninggal karena operasi caesar, lalu di rujuk ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan lalu meninggal, dengan nada dia mengatakan,

“jangan tanya sama saya tentang itu. Kau harus bisa memilah tugas owner selaku manajemen. Saya hanya mengurusi karyawan, bukan mengurus pasien. Tidak pantas kau bertanya soal itu samaku. Jangan karena kau wartawan. aku juga pernah di LSM” jawab Guntur bernada tinggi dari seberang seluler.

Sebelumnya, ketika dikonfirmasi awak media kepada Ketua DPRD Kabupaten Simalungun Johalim Purba atas sikap arogansi Guntur Lumbansiantar yang ternyata kader Partai Demokrat, terkait tewasnya seorang pasien setelah selesai operasi caesar di rumah sakit Karya Husada Perdagangan, politikus handal ini menjawab,

“guntur yang saya kenal ganteng, tangan sebelah kiri bengkok. Dia sebagai owner hanya mengurus menajemen rumah sakit. Mengenai pasien, itu urusan dokter dan perawat. Mengenai jawabannya terkesan arogan itu tidak bagus menurut saya dan tidak dibenarkan. Nanti akan saya kordinasikan dengan beliau,” jawabnya mengatakan dari seberang seluler.

JT

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close