Nasional

Penabalan Hi-Malaya Lingga, Brigadir Jenderal Yan Fitri Halimansyah : Menjaga NKRI Dengan Rasa Persaudaraan.

LINGGA,MEDIATRIAS.com- Himpunan Melayu Raya di Kabupaten Lingga, sukses di selenggarakan dengan adanya serah terima bendera Petaka oleh Brigjend H Yan Fitri Halimansyah kepada Korwil Kabupaten Lingga, Zuhardi pada 28 Januari 2019 Lalu.

Dalam kata sambutan sebagai Pembina Utama Himpunan melayu raya, H. Yan Fitri Halimansyah

mengungkapkan asal usul peradaban manusia pada zaman dahulu kala. Tujuannya untuk memberi pemahaman bahwa bangsa melayu adalah bangsa yang besar. Berdasarkan sumber fakta sejarah yang ia ketahui,” Kita semua bersaudara”, ungkap nya.

Ia menjelaskan bahwa sangat lah penting untuk mengetahui dan memahami nilai-nilai luhur yang menjadi sejarah sesungguh Nya. Persaudaraan belum tentu sedarah, persaudaraan bisa  dikarenakan asal-usul dan pada dasarnya setiap manusia adalah bersaudara yang berasal dari Bani Adam.

”Kita bersaudara disebabkan suku maupun bangsa di negara yang sama, dengan ini generasi bangsa berkewajiban menjaga warisan pendahulunya, yang berupa suatu bangsa dan dikenal sebagai Negara Kesatuan yaitu Negara Republik Indonesia, dan  sebagai bangsa yang besar dan ber-Bhineka Tunggal Ika”, dijelaskan nya.

Sebutan Jendral melayu dikenal oleh kalangan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda di Provinsi Kepulauan Riau, ia juga menjelaskan hadirnya Himpunan melayu raya adalah sebagai roll model perpolisian masyarakat sebagai bentuk dan cerminan kepedulian anak bangsa, bahwa KEPRI adalah miniatur Indonesia yang berada di kepulauan Nusantara.

“Perhimpunan Melayu Raya juga sebagai alat perekat masyarakat di Kepulauan Riau yang berdasarkan atas nilai-nilai persaudaraan yang kuat dan kokoh, sehingga seluruh komponen dan elemen masyarakat di kepulauan ini dapat menjadi garda terdepan dalam rangka menjaga Empat Pilar Kebangsaan yaitu, Pancasila, Uud 1945, Bhineka Tunggal Ika”, kata nya

Turut di sampaikan maksud dan tujuan dan Cita_cita Himpunan Melayu Raya adalah untuk  menjaga ke aneka ragam suku Agama dan Ras serta Golongan agar dapat hidup bersama dalam perasaan bersaudara.

Dengan menyingkapi perjalanan panjang sejarah negeri sampai dengan zaman kehidupan saat ini ia menyimpulkan bahwa telah menjadi catatan masa lalu bangsa yang tidak dapat dilupakan begitu saja, bermula dari penyebaran manusia modern, Prasejarah, Sejarah, Pra Kemerdekaan, Perjuangan Kemerdekaan hingga kemerdekaan, serta Zaman Milenial saat ini.

Diteruskan Nya sebagai bentuk Aktualisasi dan Resolusi diri. Anak bangsa Perhimpunan melayu raya hadir di Provinsi Kepulauan Riau untuk mengambil peran perubahan dalam rangka  mendukung program Pemerintah dalam pembangunan nya, menjaga nilai kearifan Lokal, menjaga nilai Kamtibmas yang Kondusif agar Pranata Sosial berjalan dengan baik serta dapat membangun Ekonomi Kerakyatan bagi  generasi Produktif, Potensial terdidik dan kreatif “ jangan lah kita berseteru, Melayu Raya hadir untuk mengajak kita semakin bersatu”, Jendral Melayu mengingatkan.

Ia juga sempat memaparkan salah satu contoh catatan sejarah jawa dan melayu adalah satu Nenek Moyang tentunya dengan hal ini menjelaskan kepada semua tidak ada perbedaan antara Jawa dan Melayu,” Tak kan melayu hilang di Bumi ”, di sebut kan nya.

Sebagai kalimat popular yang penuh erti bukan sekadar kata Bijak, namun sebagai ungkapan semangat masyarakat melayu dalam perjuangan, menjaga, mempertahan kan dan menunjukkan jati diri. Dalam kontek yang di bahasanya pada Khasanah wilayah yang terbatas dan lokal yaitu, Tak kan Melayu hilang di Jawa, dan tak kan Jawa hilang di Melayu, yang dipaparkan tersebut merupakan gambaran dalam Abad  VIII yang juga perlu diketahui bahwa, ”Kita semua berasal dari satu rumpun yang sama dan sebagai bangsa yang besar” ,di paparkan nya.

Dengan demikian Jendral melayu juga menyampai kan harapannya agar kepada generasi penerus bangsa di Kabupaten Lingga bisa mengisi masa depan dengan hal-hal yang bersifat positif serta melahirkan sumber daya manusia yang unggul yang bercontohkan kepada Raja dan Sultan yang pernah pernah hadir di Daik Lingga.

Berbagai pantun dan kata bijak oleh H. Yan Fitri Halimansyah untuk mengisi sebagian pidato nya,” Panglima Hang Tuah gagah perkasa, Berjuang dengan Ilmu dan Agama. Hi- Malaya sebagai wadah kita bersama, untuk menjaga Bangsa dan Negara”, dituturkan Nya di hadapan para awak media cetak dan mediatrias.com saat berlangsung nya acara penabalan. (HK)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker