News

Penyerangan Brutal Di Rumah Makan 888 Nagoya Batam.

BATAM,MEDIATRIAS.com – Seminggu sudah berlalu penyerangan terhadap Herman yang merupakan Pemilik permainan Ketangkasan di seputaran Nagoya Batam, Jum’at 1 Oktober lalu.

Sangat tragis pembantaian saat itu terhadap Herman di sebuah Rumah makan seputaran Nagoya Batam, yang tidak jauh dari Hotel Utama. Herman saat itu masih duduk santai bersama Pengacaranya Bambang Yulianto. SH dan Lima Orang temanya dalam Satu meja.

Saat asik berbincang disore itu, tiba-tiba Herman Diserang Belasan Orang, Enam Orang membawa Sajam berupa pisau dan golok tanpa sepatah kata langsung menghunuskannya di beberapa bagian badan, perut, kaki, tangan dan belakang kepala Herman. Kontan saja semua teman yang bersamanya lari menjauh.

Dengan sekuat tenaga Herman berupaya lari dari serangan tersebut walau kaki sudah tertusuk pisau dan tembus, tangannya terkena sabetan golok. Herman lari sekuat tenaganya karna tetap saja dikejar hingga sampai 600m jauhnya dari tempat pertama dia duduk, dengan darah bercucuran dibadannya.

Dalam keadaan setengah sadar herman terus berlari lalu minta tolong kepada Opang (Ojek Pangkalan) untuk meminta antar kerumahnya, hingga selamat dari ancaman maut tersebut.
Setiba dirumahnya, Herman langsung di larikan ke Rumah Sakit Budi Keluliaan Seraya oleh Istrinya.

Hingga saat ini Herman masih terbaring lemas di Rumahnya, saat ditemuai dari Awak Mediatrias.com, Herman juga mengatakan akan segera melanjutkan perobatan ke Singapura, untuk percepatan kesembuhan lukanya.

” Secepatnya Saya akan berangkat ke Singapura untuk berobat, biar lekas pulih.” Ungkap Herman.

Penyerangan tersebut berkaitan dengan permasalahan kerja sama pengelolaan Gelandang permainan yang baru 7 bulan beroprasi di Nagoya tersebut, Herman Merasa di hakimi secara penguasaan lokasi dan aset yang ada didalamnya oleh Jimmy yang sekali gus Pengelolaan di Lokasi tersebut.

Saat ini herman sudah menyerahkan Kasus tersebut ke Polsek Lubuk Baja. Beliau berharap Agar pelaku Emam Orang tersebut secepatnya bisa ditangkap dan di hukum. Serta mengusut tuntas dalang dan otak pelaku dibalik penganiaayaanya tersebut. Dan beliau sudah memberikan data-data lengkap kepada kepolisian.

” Saya sangat berharap Kepolisian secepatnya menangkap Enam Pelaku dan dalang di belakang ini. Saya sudah serahkan data-data Enam Orang tersebut ke Polsek Lubuk Baja. Dan sejauh ini masih Satu Orang yang dapat, dia Kepala Geng penganiaayaan ke Saya namanya Andrew Ambones. Empat hari yang lalu ditangkap di Tanjung Pinang.” uangkap Herman. (al)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker