Sorot Hukum

Polres Sergai Ungkap 4 Kasus Pembunuhan Saat ini

Kenerja AKP. Aron Perlu Diapresiasi

sergai-gay-pembunuhan LGBTmediatrias.com SEI RAMPAH – AKP. Aron TTS adalah kasat Reskrim Polres Sergai yang baru enam bulan terakhir ini bertugas di Polres Serdang Bedagai (Sergai) selama enam bulan bertugas AKP. Aron pertama kali di hadiahi kasus pembunuhan mantan TNI AD Ramaidin Sitepu alias Keden (56) Warga Dusun II, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serba Jadi, Sergai yang tewas dibantai dalam kondisi tertidur di Kamar Kamis (3/2) lalu.

Kematian Keden itu berhasil di ungkap selama dua bulan, awalnya kasus itu sempat blank pasalnya kematian Keden minim saksi, hingga membutuhkan waktu dua bulan penyidikan yang di lakukan AKP. Aron hingga akhirnya Jumat (25/3) teka teki kematian Keden terungkap dua pelaku berhasil di tangkap tak lain istri Keden yakni RT(44) dan pasangan selingkuhannya J (30) warga Pasar IV, Kota Limbaru, Deli Serdang dengan motif hubungan asmara dan sakit hati.

Saat itu AKP. Aron bisa sumringah pasalnya kasus pembunuhan itu terungkap, namun lambat waktu kasus pembunuhan kembali terjadi adalah Safi’I alias Bungsu (20) warga Dusun III, Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai tewas membusuk di sungai Tontong, Kelurahan Tualang, Perbuangan Kamis (26/5), tewasnya Bungsu pun di simpulkan sebagai korban pembunuhan.

Kali ini tidak menunggu lama untuk mengungkap kasus Bungsu, Polres Sergai berhasil menangkap tiga pelaku pembunuh Bungsu Senin (13/6) tiga pelaku RS (23) warga Lingkungan X, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Sergai, EP (20) warga Desa Wonosari, Desa Cilawan, Kecamatan Pantai Cermin, dan MY (17) warga Dusun III Lorong Sari, Desa Lodok, Kecamatan Galang, Deli Serdang, tiga pelaku itu merupakan LGBT pembunuh berdarah dingin dengan modus memacari semasa lawan jenisnya lalu harta benda di rampas dan korbannya di bunuh dan mayatnya di buang.

Tertangkapnya trio gay itu memberikan titik terang bagi AKP. Aron dengan menemukan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, hendpon serta pakaian korban tertuju ke tunggakan kasus pembunuhan di tahun 2013, dan 2015. Adalah Legimin ( 37) warga Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Sergai yang tewas di bunuh lalu mayatnya di buang di bawah jembatan sei ular kebun Adolina, Perbaungan tepatnya Bulan Desember 2013 dan pelaku adalah EP di bantu RS. Tak hanya itu EP dan RS juga pelaku pembunuhan terhadap Subrata (23) Warga Gg Ali, Desa Melati II, Kecamatan Perbuangan, Sergai yang di exsekusi pada bulan Desember 2015 dan mayatnya di buang di gorong-gorong Kebun Sawit Adolina, Pantai Cermin. Dari deretan kasus pembunuhan selama enam bulan bertugas di Polres Sergai AKP. Aron mengungkap empat kasus pembunuhan halinilah kenerja AKP. Aron sangat perlu di apresiasi.

AKP. Aron saat di wawancarai mediatrias.com Jumat ( 17/6) mengatakan terungkapnya kasus pembunuhan itu berkat kerja sama dengan rekan-rekannya dan bukan murni dari kerjanya sendiri, AKP. Aron yang di kenal suka bercanda ini hanya bisa ketawa saat mediatrias.com menyinggung ilmu apa yang di gunakannya saat mengungkap kasus pembunuhan itu. “ Nanti bapak pakai dukun” ucap mediatrias.com membuat Aron terbahak-bahak.

Perwira Berpngkat AKP ini pun mengatakan saat menangani kasus pembunuhan ia senantiasi tidak henti terus berdoa sembari bekerja keras dan tidak pernah kenal lelah, bahkan untuk pulang kerumah melihat anak dan istrinya pun tidak sempat dan lebih sering tidur di kantor.

“ Kadang mau lihat anak dan istri aja tidak sempat tapi inilah tugas kita dan bagi saya untuk mengungkap kasus pembunuhan itu merupakan hal yang unik dan menarik karena banyak sisi yang mau kita pelajari” ucap Aron.

Aron pun mengakui kelelahan bekerja itu terbayar dengan keberhasilan bersama rekan-rekannya yang juga setia kepadanya dalam menangani kasus pembunuhan tersebut, “ Kita tidak tidur-tidur itu kawan tapi rasanya lelah itu hilang ketika kita berhasil mengungkap dan menangkap tersangka serta barang buktinya ikut kita amankan” ucapnya tertawa.

Diakuinya beberapa kasus pembunuhan bari kali ini mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan LGBT, dalam pemeriksaan ternyata tersangka yang tergolong tidak normal itu selalu berkata jujur dan mengakui perbuatannya. “ Keberhasilan ini bukan kebanggaan pribadi kepada saya tapi rekan-rekan saya serta pimpinan saya bapak Kapolres Sergai yang terus mendukung kami semua dan sekali lagi mengungkap kasus pembunuhan adalah hal yang unik dan menarik bagi saya” Ungkapnya(yulianto)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker