Sorot Hukum

Proyek Bangunan dan Bumnag Nagori Senio Diduga Bermasalah

SIMALUNGUN,MEDIATRIAS.com – Dana Desa yang di gelontorkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa tahun anggaran 2018 menuai protes.

Protes ini terjadi di Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Senin (3/12) siang.

Menurut warga, kinerja Pangulu Nagori Senio, Halim Damanik yang baru menjabat dua tahun dianggap gagal menjalankan Program Pemerintah dalam pembangunan fisik maupun pengelolaan Bumnag (Badan Usaha Milik Nagori).

Seperti pelaksanaan pembangunan fisik berupa rabat beton dan parit pasangan tampak mengelupas. Padahal, bangunan tersebut baru saja selesai dikerjakan melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2018.

“Kami sebagai warga kecewa dengan kinerja pangulu. Pembangunan jalan dan parit yang baru saja dibangun sudah mulai rusak dan mengelupas. Padahal anggaran pembangunan ini menelan biaya besar.

Menurut saya diduga ada main mata antara Pangulu dengan TPK”. “Beber AS (45)

Hal senada juga di sampaikan Tris (41) terkait pengelolaan manajemen Bumnag dengan cara memberikan pinjaman kepada masyarakat yang memiliki usaha rumahan seperti warung kopi, warung kelontong dan doorsmeer, warga merasa terbebani karena setiap pinjaman dikenakan bunga berjalan sebesar 20 persen.

Bukan hanya pinjaman, warga juga menduga dalam pelaksanaan pinjaman lunak ini, Pangulu menyelewengkan dana Bumnag untuk kepentingan pribadinya.

Pengakuan warga ini sontak membuat beberapa warga lainnya turut menceritakan kinerja pangulu yang dirasa tidak pernah menerima aspirasi warga,

“Setiap pinjaman, kami dikenakan bunga berjalan sebesar 20 persen bang. Warga yang mendapat hanya segelintir saja, padahal dalam anggaran dananya untuk 20 orang sementara realisasinya tidak sama dengan yang tertulis. Jadi, kemanalah sisa duit itu dan bunga berjalan tadi di anggarkan kemana?, “Ucapnya bertanya.

Pangulu Nagori Senio Halim Damanik Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan tertulis whatsapp, terkait proyek pembangunan jalan, parit tampak mulai rusak dan Bumnag yang diberikan dengan sistim pinjaman kepada pengusaha rumahan, dimana setiap peminjam dikenakan bunga sebesar 20 persen, pria yang masih berstatus Pegawai BUMN PTPN III Bangun ini memilih bungkam.

JT

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close