Hukum & Kriminal

Puluhan Korban Hadiri Persidangan Perkara Penipuan Koperasi Swadharma BNI Siantar

PEMATANGSIANTAR.MEDIATRIAS.com – Suasana persidangan Pengadilan Negeri Kota Siantar tampak dipenuhi pengunjung ataupun kerabat para terdakwa, Senin (8/7) sekira jam 15.00 wib.

Pantauan disekitar lokasi, pemandangan unik terlihat, sejumlah wanita berusia senja resah akan persidangan yang belum juga dilangsungkan.

“Lama kalilah persidangan ini dimulai, sudah jam 2 ini. Mudah mudahan sedikit yang bersidang hari ini.” Ucap Boru Hombing (58) terhadap rekannya.

Sembari menunggu persidangan, informasi diterima dari korban bernama Hotna Rumasi Lumbantoruan (43) warga Cililitan Jakarta Timur mengatakan bahwa persidangan tersebut mengenai kasus penipuan Koperasi Swadharma Bank BNI Kota Siantar.

Kasus ini sebelumnya terungkap sejak tahun 2016 lalu. Para korban pun mendatangi Polres Siantar untuk membuat laporan pengaduan agar seluruh pelaku yang menggelapkan uang nasabah diproses hukum.

“Sejak tahun 2016 lalu, sudah kami laporkan ke polres siantar bang. Tertangkapnya pelaku baru bulan maret empat bulan lalu, itupun karena saya jumpai pengacara kondang hotman paris ke jakarta barupun pelaku ditangkap polisi bang,” ungkap Hotna Rumasi.

Disebutkan Rumasi, adapun jumlah korban Koperasi Bank BNI sebanyak 10 orang, yakni Albine Siagian, Hotna, Tota Resmida Lumban Toruan, Ramli Tobing,, Medi Situmorang, Serpinar Sihite, Aspiah Sitompul, Sumiati Pasaribu, Susan Tan, Merry Pasaribu.

Ditaksir kerugian korban mencapai 4 miliar. Secara keseluruhan, korban yang turut serta menabung di Koperasi Bank BNI Kota Siantar berjumlah 60 orang dan ditaksir kerugian 20 miliar.

“Korban yang dirugikan sesuai persidangan ini sebenarnya 14 orang tapi nama yang saya ingat 10 orang saja. Kerugian untuk 14 orang mencapai Rp 4 Miliar. Kalau keseluruhannya 60 orang. Jika dijumlah kurang lebih mencapai 20 miliar.” Beber Hotna.

Sekira jam 15.30, persidangan terdakwa Rahmat seorang diantara sembilan pelaku penggelapan dilaksanakan. Esepsi Penasehat Hukum terdakwa dibacakan hakim anggota bernama Muhammad Iqbal.

Dipenghujung persidangan, majelis Hakim yang dipimpin Ketua Pengadilan Danar Dono, menolak esepsi Penasehat Hukum terdakwa.

“Esepsi penasehat hukum ditolak. Acara persidangan akan kita lanjutkan rabu depan, 10 mei 2019.” Kata Ketua Pengadilan Danar Dono dihadapan ratusan pengunjung persidangan.

TIM

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker