Pendidikan

RDP Terkait Penjualan Buku Di Sekolah Negeri 009 Sei Beduk Diduga Senyap…!!!

BATAM,DETİKTIPIKORNEWS.com– Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi IV DPRD kota batam, menghadir kan wali murid, perwakilan kepala sekolah SDN 009 Sei Seduk, perwakilan Dinas Pendidikan, dan dari Dpw Lpp Tipikor Kepri.

Menyikapi pernyataan yang di sampaikan perwakilan kepala sekolah SDN 009 sei beduk, dan yang di sampaikan wali murid atas penjualan tiga jenis buku yang seharga Rp.1.55.000.00,’ .

Anggota DPRD kota batam, Komisi IV, Bobby Alexsander siregar, mengatakan, saya sangat menyayangkan adanya penjualan buku yang dilakukan di SDN 009 Sei beduk.

” Kemudian kenapa pihak sekolah SDN dalam mengambil kebijakan penjualan buku, wali murid tidak mengatahui semuanya, dan hanya mengambil persetujuan beberapa wali murid saja.” Ungkap Bobby di Ruang Rapat Komisi lV Senin ( 21/11/2017).

” Mau 50 banding 1 tetap kebijakan penjualan buku, tetap tidak di boleh kan, jangan pendidik selalu mengambil kebijakan yang menabrak peraturan yang sudah ditetapkan”

Apa lagi tadi saya dengar dari pertanyaan dari DPW LPP Tipikor kepri,Bahwa Ketua komite sekolah SDN 009 sei beduk, saja tidak di beri tau kan kebijakan yang di ambil.” Seharusnya ,apa pun kebijakan yang mau di ambil, kepala sekolah harus nya berkoordinasi terlebih dahulu kepada Ketua komite sekolah nya”.

Ia juga menegaskan, kepada pihak dinas pendidikan kota batam, agar bisa bertindak tegas terhadap permasalahan ini, dan pihak pendidik jangan lagi memuncul kan permasalahan yang sama lagi.

Karna soal buku kan sudah ada di dana bos dan sudah ada buku yang disediakan ditiap sekolah, jika ada yang kurang silahkan dinas pendidikan ajukan kepada kami, agar bisa kita dari Komisi IV DPRD kota batam yang membidangi tentang pendidikan, bisa mengajukan apa yang kurang disekolah ungkap Bobby.

Reporter : FN

Editor      :Zulham

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker