Lingkungan

Sampah dan Kubangan Air Buktikan Kumuhnya Area Gedung RSUD Perdagangan

SIMALUNGUN.MEDIATRIAS.com – Patut disayangkan jika disekitar bangunan RSUD Perdagangan terlihat sampah berserakan. Bak sampah didepan pintu ruangan UGD juga tampak menganga dan dipenuhi plsatik serta bungkusan makanan bekas.

 

Selain itu, genangan air disekitar bak sampah yang apabila disentuh akan tercium aroma tidak sedap. Parahnya lagi, didepan tulisan “RSUD Perdagangan” tepatnya di seberang pagar atau ditepi jalan umum, tumpukan batok kelapa muda yang beridiri mirip seperti gunung menjadi pemandangan tak lazim.

 

Pantauan awak media disekitar lokasi, Jumat (28/3) sekira pukul 13.00 WIB, sejumlah warga menyesalkan pemandangan kumuh rumah sakit yang terkesan menyepelekan kebersihan.

 

“Percumalah bang bangunan semegah itu berdiri disitu kalau tampilannya kotor dan terkesan kumuh. Bukan hanya di area rumah sakit saja, pemandangan kotor juga terlihat di luar rumah sakit,” ungkap Marido (38) warga sekitar saat ditanyai awak media.

 

Ternyata sejak berdiri hingga dilakukan renovasi, bangunan RSUD Perdagangan Milik Pemerintah Kabupaten Simalungun ini dari tahun sebelumnya hingga saat ini selalu berpenampilan kumuh.

 

Perlu diketahui, jika sebelumnya biaya yang dikucurkan negara untuk merenovasi gedung mencapai angka 9.1 Miliar. Fantastis bukan, apabila bangunan semegah itu dibiarkan begitu saja.

 

Pertanyaan, bagaimana nasib para pasien yang sedang dirawat akan pulih apabila tumpukan sampah dan kubangan air menimbulkan sarang nyamuk dan lalat bebas berterbangan dapat menimbulkan penyakit?

 

Itulah salah satu ungkapan dan pertanyaan warga sekitar yang akhirnya tercetus juga disekitaran bangunan RSUD Perdagangan.

 

“Anggaran renovasi bangunan rumah sakit tahun lalu kalau tidak salah isunya 9.1 miliar gitu bang. meskipun bangunan terlihat cantik dan megah, ada pemandangan kumuh disekitar rumah sakit. Bagaimana pasien sembuh kalau kubangan air dan sampah tidak di benahi,” ucap Asium (41) warga setempat.

 

Masih disekitaran gedung mewah RSUD Perdagangan, Mun (36) warga sekitar menambahkan komentar bahwa urusan sampah dan kubangan air di area gedung merupakan tanggung jawab Kepala Rumah Sakit.

 

Berbeda halnya dengan tumpukan sampah kelapa muda yang berada di luar gedung, menurut Mun kebersihan lingkungan itu merupakan tanggung jawab Camat.

 

Sebaiknya Kepala Rumah sakit paling tidak berkordinasi dengan Camat Bandar agar bekerjasama terkait kebersihan lingkungan. Rumah sakit adalah sarana kesehatan teruntuk orang sakit.

 

Jika begini keadaannya, bagaimana pasien cepat sembuh. Sementara anggaran untuk perawatan area gedung RSUD lumayan besar begitu juga anggaran kebersihan kecamatan untuk kebersihan juga tersedia.

 

“Aku yakin anggaran untuk perawatan dan kebersihan di RSUD perdagangan lumayan besar. Jika mereka mangabaikan kebersihan lingkungan bagaimana nasib pasien,” kata Mun menyesalkan sikap acuh tak acuh Kepala Rumah Sakit.

 

Kemudian dilanjutkan Mun, Memang benar, urusan didalam area rumah sakit tanggung jawab kepala, namun setidaknya mereka pejabat disini saling kordinasilah tentang kebersihan” bilangnya menyampaikan kekesalannya.

 

Disambangi awak media di RSUD Perdagangan, seorang pegawai yang tidak mengenakan papan nama mengatakan Kepala Rumah Sakit Maslina Sipayung tidak berada ditempat.

 

Bahkan Maslina Sipayung jarang masuk kantor karena kesibukannya sering bepergian ke Kota Medan guna mengurus anggaran pengadaan peralatan rumah sakit.

 

Sekilas tentang anggaran RSUD Perdagangan, konon isu yang beredar, biaya rehab gedung sebelumnya menelan biaya mencapai 9.1 Miliar. Dengan menelan angka fantastis, RSUD tetap berpenampilan kumuh.

Turnip

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker