News

Sepasang Bayi Kembar Lahir Prematur Butuh Bantuan Dana

PEMATANGSIANTAR.MEDIATRIAS.com-Sepasang bayi kembar mungil berumur 5 hari lahir prematur di Rumah Sakit Tiara Kota Siantar. Terlihat keduanya bergerak-gerak di dalam dua buah tabung inkubator. Saking mungilnya, perawakan sang bayi tak lebih besar dari bantal guling yang mengapitnya.

Kedua bayi ini terlahir dari buah cinta pasutri Johan Tanizar Siahaan (39) dan Fera Juwita Lumban Tobing (38) warga Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa maraja, Kabupaten Simalungun.

Dipaparkan Johan Tanizar Siahaan bahwa pada hari jumat tanggal 2 Mei 2019 lalu sekira jam 1.30 WIB, istrinya melahirkan sepasang bayi dengan cara operasi berbiaya Rp8,5 juta.

“Lima hari lalu isteriku melahirkan sepasang bayi prematur dengan cara operasi di rumah sakit ini. Biaya yang kukeluarkan Rp8.5 juta. Kalau isteriku sehat, tetapi ada lagi biaya tambahan untuk perawatan tabung inkubator,” ungkap Johan.

Ayah kedua bayi itu mengeluhkan besarnya biaya perawatan inkubator yang akan ia keluarkan nanti mencapai puluhan juta rupiah. Jika menilik dari penghasilan, dirinya yang bekerja sebagai buruh tani tidak akan mampu membayar biaya perawatan.

Menurut pria berperawakan hitam ini, penghasilan yang ia peroleh setiap bulannya berkisar Rp600 ribu per bulan. Bahkan akibat himpitan ekonomi ia nyaris putus asa hingga nekad mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

“Hampir bunuh diri aku bang karena tak sanggup menerima beban ini. Kemanalah kucari uang sebanyak itu. Kerjaanku sebagai buruh tani yang bergaji hanya Rp800 ribu sebulan bakalan tak sanggup kubayar biaya rumah sakit kedua bayiku,” ungkapnya di halaman Rumah Sakit Tiara, Rabu (8/5) sekira jam 10.00 wib.

Setelah dipertanyakan ke bagian kasir rumah sakit, biaya yang harus dikeluarkan pasutri ini untuk inkubator diprediksi mencapai lebih kurang Rp 12 juta per bulan. Artinya dana yang dibutuhkan untuk kedua bayi mungil itu diperkirakan mencapai Rp24 juta selama kurang lebih sebulan.

“Kalau untuk biaya perawatan dengan menggunakan alat inkubator, kurang lebih mencapai Rp12 juta bang. Kalau untuk bayi bapak johan karena dua orang bisa juga mencapai Rp24 juta.” Jelas Kapala Kasir Rumah Sakit Tiara Yuyun, Rabu (8/5) sekira jam 12.00 wib.

Terkait kesehatan sepasang bayi kembar anak pasutri ini, Aini (30) selaku Kepala Ruangan Inkubator Bayi saat ditemui diruangan kerjanya mengatakan, jika kesehatan sepasang bayi kembar berusia 5 hari tersebut hingga kini dalam keadaan sehat.

Diterangkannya jika Bobot bayi laki laki seberat 1.6 kg dan bayi perempuan 1.4 kg. Keduanya akan tetap dirawat di rumah sakit mengingat kelahirannya prematur. Kurang lebih selama sebulan, pihaknya akan memberikan perawatan maksimal,

“Sehat kog bayi bapak ini bang meskipun berat badannya turun naik. Sudah biasa kondisi bayi yang lahir prematur harus mendapat perawatan khusus didalam tabung inkubator. Kalau lamanya perawatan lihat kondisi bayi bang, bisa dua minggu, sebulan atau dua bulan.” Terangnya sembari menyerahkan pakaian kotor bayi kembar.

Terpisah, Subeno (48) selaku Maujana Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja berharap agar Pemerintah Kabupaten dapat membantu meringankan biaya inkubator bayi kembar pasutri Johan Tanizar Siahaan (39) dan Fera Juwita Lumban Tobing (38) yang lahir prematur di Rumah Sakit Tiara.

“Sebagai maujana yang mengetahui kehidupan pasutri orang tua dari sepasang bayi kembar itu, saya berharap agar Bapak Bupati JR Saragih Kabupaten Simalungun mau meringankan biaya inkubator di rumah sakit tiara.”

“Saya tau persis kehidupan pasutri ini, kerja ayahnya sebagai buruh tani paling banyak bergaji Rp800 ribu, anaknya ada 5 orang. Mau ikut BPJS dia tidak sanggup bayar setiap bulannya. Saya juga berharap untuk masyarakat siantar – simalungun mau menyisihkan bantuan uang guna meringankan biaya perawatan anak pasutri ini,” katanya berpesan.

Tambahkannya, “bersama warga dinagori, saya akan mengumpulkan dana amal untuk disumbangkan kepada kedua orang tuanya. Apabila ada yang berniat membantu, silahkan datang ke Rumah Sakit Tiara Kota Siantar, karena orang tua sepasang bayi kembar itu selalu di rumah sakit menjaga buah hatinya.” Tandas Subeno.

Kurnia Sinaga

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close