Internasional

Sungguh Taragis! Rosnani, TKI Asal Bima Disiksa Majikan di Singapura

SINGAPURA,MEDIATRIAS.com – Warga Desa Tolotangga mengalami trauma berat akibat penyiksaannya, Rosnani mengaku setiap malam di siksa secara sadis selama 6 bulan.

Majikan menyiksa saya dengan menyiramkan air panas ke tubuh saya. Tak puas dengan itu, dia sering kali menyetrika seluruh bagian tubuh, kaki dan tangan saya,” tutur Rosnani saat mengadu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima, Jumat (1/2/2019) siang.

Tak hanya disiksa, majikannya pun tak pernah memberinya makan. Selama dua tahun bekerja sebagai TKW hanya 6 bulan digaji, dan 18 bulan gaji lainnya tak pernah diterimanya.

“Saya dikasih makan mi instan hanya satu kali sehari. Selain itu, selama enam bulan penyiksaan, saya jarang sekali makan nasi karena tidak dikasih dan bahkan tidur pun dilantai hanya beralaskan baju yang mengikat di badan,” katanya.

Terlihat pula, di sekujur tubuh perempuan berumur 25 tahun itu masih memiliki bekas luka di seluruh badan, tangan dan kakinya. Akibat kejadian itu Rosnani mengalami trauma mendalam, hal itu terlihat saat datang mengadu ke Disnakertrans didampingi sejumlah keluarganya.

“Saya dipulangkan lebih awal sebelum masa kontrak habis guna menghindari cek up yang biasa dilakukan setiap enam bulan sekali. Sepertinya majikan saya takut ketahuan oleh KBRI di Singapura, karena bekas luka akibat perlakuannya itu. Dari Singapura, saya dibelikan tiket menuju Denpasar, Bali, dan dikasih uang tunai hanya Rp2 Juta,” ucapnya terbata.

Kasus penyiksaan Rosnani ini tengah didalami pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat. Perusahaan penyalur tenaga kerja, yang meberangkatkan Rosnani ke Singapura, juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, ternyata Rosnani diberangkatkan oleh dua perusahaan yang memilki cabang di Bima, pada tahun 2016 silam. Awalnya dijanjikan ke Brunai Darussalam,” kata Pembinaan dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja, Irfan M. Noer.

Namun, setelah sampai di Jakarta, dia diberangkatkan dengan paksa ke Singapura. Di sana dia memiliki dua majikan. Untuk majikan pertama, Rosnani hanya bekerja beberapa bulan saja. Setelah pindah ke majikan kedua, awalnya berjalan baik dan setelah itu mendapat perlakuan kasar hingga dirinya pulang ke negara asal.

Menurut Irfan, sepertinya ada kejahatan dalam hal pengiriman TKI ke luar negeri. “Untuk itu, selesai kami mengumpulkan semua berkas dan bukti lainnya, kasus ini akan kami laporkan secara hukum ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Sumber: indonesiamorningnews.xyz,(red)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close