Sorot Hukum

Video Mesum Bawa Petaka, Selain Dua Oknum PNS, Gamot dan Warga Turut Dijemput Polisi

SIMALUNGUN.MEDIATRIAS.com – Sejumlah masyarakat Nagori Gajing, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mengucapkan terimakasih terkait diperiksanya segelintir orang pemilik video mesum oknum PNS yang telah melanggar UU ITE.

Pasalnya, Polres Simalungun bergerak cepat melalui Sat Reskrim menjemput kedua oknum PNS pemeran video mesum dan sejumlah penerima dokumentasi guna dimintai keterangannya terkait penyebaran film hot tersebut, Jumat (12/7) sekira jam 08.00 wib.

Adapun penerima dan penyimpan film hot itu yakni, oknum gamot MZ (26), AL (40) dan MM (45) mantan suami LL, serta dua orang wanita diduga seorang diantaranya istri oknum PNS BY (42).

Pantauan disekitar lokasi kantor pangulu, keterangan dari warga sekitar, MZ dan LL dijemput saat sedang bekerja, MM dilokasi kebun PT Sipef, dan kedua wanita itu dibawa dari rumah.

“Tadi pagi kak LL bersama Mazid dijemput polisi dari kantor pangulu bang. Kalau mantan suami LL dijemput dari kebun sawit PT Sipef saat bekerja sementara istri BY dibawa dari rumahnya.”

“Kami bersyukur akan penjemputan mereka, biarkan hukum yang berbicara dan jangan kita menghukum. Apapun hasil pemeriksaan polisi mari kita dukung. Usut tuntas penyebaran video mesum itu pak polisi.” Ungkap AM (45).

Pantauan disekitaran Mako Sat Reskrim Polres Simalungun di Komplek Asrama Polisi (Aspol) Jalan Sangnawaluh Kota Siantar, Unit Jatanras sibuk menjemput para saksi guna dimintai keterangannya terkait penyebaran video mesum.

Para petugas juga membenarkan pemeriksaan saksi saksi terkait penyebaran video mesum. Bahkan tidak kemungkinan saksi saksi akan bertambah.

“Kayaknya akan di usut sampai ke akar akarnya penyebaran video mesum ini bang. Ini mau turun kami ke lapangan menjemput nama nama saksi sesuai keterangan yang terlebih dahulu diperiksa,” ucap oknum Polisi berpakain preman.

Ketika ditanya kedua oknum PNS yang membuat video apakah ditetapkan sebagai tersangka, pria berpakaian preman ini menjawab,

“belum sampai kesana arahnya bang, kita periksa dulu saksi saksi karena ini terkait UU ITE penyebaran video mseum. Sabar aja dulu ya bang, tanya langsung sama kasat reskrim,” jawab pria ini dihalaman Sar Reskrim Polres Simalungun komplek Aspol Jalan Sangnawaluh Kota Siantar.

Alamsyah (40) juga membenarkan pemeriksaan yang dialaminya. Pria yang bekerja di perusahaan STTC ini menyesalkan perbuatan istrinya karena telah menerima film hot tersebut.

Istrinya juga turut dijemput terkait video yang telah diterima. Alamsyah mengatakan jika video tersebut diterima istrinya dari seorang warga di Nagori Serapuh, Kecamatan Gunung Malela.

“Menyesal kali aku bah, gara gara video ini jadi diperiksa aku sama istriku. Padahal video itu diterima istriku dari orang serapuh bang. Jadi tak kerja aku gara gara ini. Menyesallah aku bang menonton film itu.” Terangnya didepan Pangulu Nagori Gajing Sunarno.

Ketika ditanya apakah dirinya telah menonton film hot dan kepada siapa video itu disebarkan, pria ini menjawab “sudah kutonton bang. Kalau penyebarannya istriku. Pusing kepalaku bang” jawab pria ini.

Sunarno selaku Pangulu Nagori Gajing turut membenarkan jika kehadirannya di Sat Reskrim Polres Simalungun Komplek Aspol karena dipanggil polisi untuk diperiksa sebagai saksi terkait penyebaran video mesum.

“Ia bang, aku disini dipanggil polisi untuk diperiksa terkait video mesum yang beredar di masyarakat. Posisiku jadi saksi bang. Beginilah ya, gara gara ulah segelintir orang jadi repot jadinya.” Bilang Sunarno.

Dikatakan Pangulu, dampak penyebaran video ini, ia tak menyangka akan bermasalah sampai ke pihak hukum. Padahal dirinya tidak mengetahui akan film hot tersebut.

“Pusing kepalaku memikirkan masalah ini. Jadi berurusan sama polisi kami, padahal sebelumnya aku gak tau video itu. Taunya video itu setelah seorang warga menyampaikan. Biarlah hukum yang membuktikan siapa yang benar dan salah.”

“Yang bersalah wajib dihukum dan usut sampai ke akar akarnya, biar masyarakat tau siapa yang benar dan salah. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Untuk seluruh perangkat tolong jika ada masalah lapor ke saya, jangan sampai keluar.” ucapnya tegas.

“Saran saya suruh saja kedua oknum PNS tereebut membuat laporan resmi ya lae. Saya tidak bisa berikan komentar. Ok ya lae,” Tandas Kanit Jatanras saat dihubungi melalui handphone seluler, Kamis (11/7) sekira jam 18.30 wib.

Sebelumnya, Kanit Jatanras Iptu Hengky Siahaan menyarankan agar kedua oknum PNS tersebut membuat laporan resmi ke Polres Sumalungun.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Ruzy Gusman SIK, belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini terbit.

TIM

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker