Hukum & Kriminal

Warga Desak Polisi Usut Tuntas Penyebaran Vidio Mesum dan Pelaku Pemerasan

SIMALUNGUN.MEDIATRIAS.com – Sejumlah warga mendesak pihak penegak hukum (APH) Polres Simalungun usut tuntas penyebaran vidieo mesum pasangan oknum PNS dan terduga pelaku pemerasan di Kecamatan Gunung Malela, Kamis (11/7) sekira jam 13.00 wib.

Pasalnya, video mesum tersebut dilakukan pada Tahun 2009, namun mengapa sepuluh tahun berlalu kembali diungkit hanya karena oknum PNS inisial LL (40) enggan berdamai dengan orang dekat bupati.

“Parah kali bang, padahal sudah lama vidio itu dan suami oknum PNS ini sudah pernah minta tolong sama kami agar tidak merebak. Kalau gak salah hampir 8 tahun lalu, namun mengapa muncul. Inilah ulah segelintir orang yang mencoba mengambil keuntungan dari oknum PNS itu,” bilang GNT.

Pria ini berharap agar pihak kepolisian mengungkap kasus penyebaran vidio mesum oknum PNS tersebut. Menurutnya, kuat dugaan segelintir orang itu ingin memeras, namun terbantahkan semua.

“Pak Kapolres, tolonglah ungkap kasus penyebaran video mesum itu. Soalnya selang beberapa hari sebelum viral, oknum perangkat nagori membahasakan bahwa ia diperintahkan oknum orang dekat bupati untk berdamai. Karena gak mau langsung viral vidio itu,” imbuh GNT.

Sebelumnya, warga menilai bahwa menyebarnya vidio itu akibat ulah segelintir orang yang tak bertanggungjawab hingga nekad melakukan pemerasan mengatasnamakan orang dekat Bupati.

“Karena gak mau LL berdamai, maka disebarkanlah vidio itu bang. Katanya, kalau LL gak mau berdamai akan dipecat karena yang bersangkutan dekat dengan bupati simalungun,” ungkap narasumber (41).

Sambungnya, dirinya berharap agar pelaku awal penyebaran vidio dan pengirim pesan whatsapp segera dilaporkan ke pihak berwajib. Hal ini mengingat, jika vidio mesum itu terjadi sepuluh tahun silam (2009) dimana kedua oknum PNS ini masih berstatus honor.

“Kita akan dampingi LL melaporkan siapa dalang penyebaran vidio ini di masyarakat nagori gajing. Karena kejadian itu sepuluh tahun lalu sewaktu keduanya masih berstatus honor, kenapa sekarang beredar,” ucapnya

Saat dikonfirmasi, Kanit Jatanras Iptu Hengky Siahaan menyarankan agar kedua oknum PNS tersebut membuat laporan resmi ke Polres Sumalungun.

“Saran saya suruh saja kedua oknum PNS tereebut membuat laporan resmi ya lae. Saya tidak bisa berikan komentar. Ok ya lae,” Tandas Kanit Jatanras saat dihubungi melalui handphone seluler, Kamis (11/7) sekira jam 18.30 wib.

TIM

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker