Sorot Hukum

Wow…,Proyek Siluman Di Gunung Malela Menuai Sorotan Warga Setempat

SIMALUNGUN,mediatrias.com – seperti yang telah di beritakan sebelumnya edisi kamis 16 Agustus 2017. Warga setempat telah menuai protes keras kepada rekanan pelaksana kerja. Warga Nagori Silulu bernama Bahtiar damanik (55) mengungkapkan kekesalannya pada rekanan pelaksana proyek yang terletak di huta I(satu) Nagori Silulu gunung Malela Simalungun, proyek yang di duga siluman dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 Kabupaten Simalungun, Sumatera utara, terindikasi sarat permainan curang yang di lakukan oleh pihak rekanan, Alasannya, pekerjaan bangunan fisik tersebut hingga berita ini di layangkan belum juga di dapati plang papan nama proyek di lokasi kerja.

Menurut Bahtiar damanik, hal ini dapat menimbulkan pro kontra antara masyarakat sekitar tentang sumber penggunaan anggaran, di mana pelaksanaan kerja berdampingan dengan pengelolaan pembangunan infrastruktur yang berasal dari anggaran dana desa tahun 2017.

“Pelang papan informasi pengerjaan harus berada di tempat sebelum pelaksaan kerja, hal ini memudahkan masyarakat untuk mengetahui besarnya anggaran dan pelaksana kerja” tegas Bahtiar.

Dikatakan kembali, menurut informasi yang di dapat dari Panjaitan pemegang kuasa pelaksanaan kerja warga tanah Jawa, sehari sebelumnya rabu 23/08, bahwa proyek tersebut bersumber dari dinas tata ruang dan pemukiman (Tarukim) kabupaten Simalungun, dan meminta kepada pelaksana kerja untuk mematuhi peraturan yang telah di tetapkan.”Kami akan buat laporan kepada pihak dinas bahkan ke jalur hukum jika pihak pelaksana di temukan melakukan permainan curang” Imbuh Bahtiar damanik.

Dari informasi yang di himpun awak melalui Sitorus (52) mandor pelaksana mengatakan proyek tersebut berasal dari dinas Tarukim kabupaten Simalungun yang sudah di kerjakan selama 1 (satu ) minggu lebih, soal papan nama proyek Sitorus mengatakan “ papan nama proyek masih di pesan, dan masih menunggu pengiriman dari pemborongnya,” ungkapnya. Jawaban yang sama saat awak media menanyakan tentang papan nama proyek yang harus di pasang sebelum pelaksanaan kerja di maulai.

Munculnya protes dari warga setempat dan jawaban yang sama mengenai papan proyek yang seharusnya sudah terpasang meyakinkan awak media semangkin yakin adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pihak pelaksana kerja.

Hal ini sangat bertentangan dengan perjanjian kerja yang telah di sepakati oleh dinas terkait untuk pelaksanaan kerja sesuai standar SNI dan meminta kepada dinas terkait untuk lebih cermat dalam pengawasan pelaksanaan kerja. Selain papan nama proyek , pekerjaan juga terlihat ada kecurangan dalam pengecoran beton, batu seplit (kerikil pecah) terlihat tidak menyatu dengan acian atau adukan mikser beton, bahkan batuan tersebut nyaris hanya di Taburkan dalam semen coran yang telah di tuangkan di badan jalan.

Dalam aturannya, Kewajiban memasang plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.Papan nama tersebut di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek.

Namun dengan tidak terpasangnya plang papan nama pada sejumlah proyek tersebut bukan hanya bertentang dengan perpres. Tetapi juga tidak sesuai dengan semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik.

Reporter : (Hd)

Editor :zulham

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close