Bag I : Nelayan Kecamatan Posek Tolak Tambang Timah PT SAR

  • Whatsapp

LINGGA,MEDIATRIAS.com- Laut yang menjadi sumber peningkatan ekonomi bagi Masyarakat nelayan, tentu kelestariannya sangat perlu terjaga.

Sehingga kesinambungan pendapatan ekonomi masyarakat nelayan akan terus dapat dirasakan dari usaha yang telah menjadi sumber keluarga secara turun temurun di Kecamatan Kepulauan Posek,, Kabupaten Lingga.

Bacaan Lainnya

Namun berjalannya waktu, tepatnya pada tahun 2018, kehadiran PT SAR untuk menambang Timah Laut seakan membuat kekhawatiran yang menresahkan bagi Masyarakat nelayan wilayah Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga.

Hal tersebut diakui oleh Jumahat yang menjabat selaku Sekdes Posek sejak tahun 2016 lalu, untuk itu ia mengatakan bahwa pernyataan sikap penolakan masyarakat telah disampaikan saat beberapa kali pertemuan yang dilakukan pihak perusahaan.

“Sikap dan penyampaian penolakan terhadap pihak perusahaan SAR untuk menambang timah laut dalam setiap acara pertemuan sudah selalu sampaikan secara sepontan dan terang-terangan”, kata Jumahat , Sabtu (7-11- 2020).

Dijelaskan Nya, meskipun demikian pihak perusahaan terus melakukan upaya-upaya bujukan terhadap masyarakat sehingga 8 orang di panggil untuk menemui pihak perusahaan.

Adapun Masyarakat yang hadir saat itu diantaranya, adalah Jumahat beserta tujuh orang lainnya, yakni beberapa orang RW, RT dan satu orang masyarakat nelayan. Saat itu kami ditawarkan hal-hal untuk menyetujui perusahaan untuk beroprasi.

Delapan orang itu menolak secara halus dengan memberi usulan yang tidak mungkin perusahaan sanggup untuk memenuhi usulan tersebut.

“Kami sampaikan kepada pihak perusahaan agar bersedia menyerahkan uang 50 juta rupiah kepada setiap Kepala keluarga kepulauan Kecamatan Posek, sebagai uang persetujuan persuhaan untuk beroprasi, kemudian Usulan berikutnya uang 5 juta rupiah setiap bulan yang juga untuk di terima pihak masyarakat setempat”, juga turut dipaparkan Nya.

Ditambahkannya, ternyata usulan tersebut tidak terpenuhi sesuai rencana yang bermaksud pihak perusahaan tidak mampu menyanggupi usulan tersebut.

“Alhamdulillah, kami tinggalkan pertemuan tersebut dan mengabarkan kepada masyakat bahwa pihak perusahaan tidak menyanggupi usulan yang ditawarkan, dengan demikian pihak perusahaan benarĀ² mengurungkan segala niat nya untuk menambang di wilayah kami”, ucap Nya.

Dilanjutkan Nya, selang beberapa waktu dari pertemuan tersebut, pihak perusahaan di ketahui oleh masyarakat yang telah menolak, bahwa pihak utusan perusahaan melakukan upaya-upaya yang terkesan terselubung.

“Benar, mereka telah membagikan uang 2,5 juta rupiah beserta surat pernyataan yang bermaterai di tandatangani, sebagai dukungan perusahaan yang dijalanka melalui perantara oknum RT 001 yang berinisial RD dan kabarnya sudah beberapa orang warga yang telah menerima uang tersebut”, terang Jumahat.

Ditempat yang sama, Juna yang diketahui sebagai orang yang turut menyuarakan penolakan dan bekerja sebagai nelayan membenarkan apa yang telah terjadi dari awal hingga kini permasalahan hadirnya keinginan PT SAR yang ingin menambang Timah.

“Saya mendukung penolakan perusahaan untuk menambang timah laut, karena kami khawatirkan ekosistem laut tempat kami mengais rezeki akan menjadi rusak, bagi kami laut adalah aset daerah kami yang mesti di jaga dari pihak-pihak tertentu. Laut kami wilayah kecamatan Posek ini juga dinikmati oleh para nelayan dari beberapa kecamatan disekitarnya”,ujar Juna. (HK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *