Bag II : Nelayan Kecamatan Posek Tolak Tambang Timah PT SAR

  • Whatsapp

LINGGA,MEDIATRIAS.com- Gerakan spontanitas masyarakat nelayan Kecamatan Kepulauan Posek di atas permukaan laut dengan menggunakan Kapal Motor untuk mendeklarsikan penolakan tambang timah laut oleh PT SAR, Minggu (8-11-2020).

Deklarasi tersebut dilaksanakan dengan dorongan tentang kekhawatiran rusaknya ekosistem laut sumber penghasilan Nelayan setempat, jika terjadinya aktifitas tambang timah di laut.

Bacaan Lainnya

Selain itu, perusahaan PT SAR diketahui telah melakukan upaya-upaya yang terselubung, yakni pihak perusahaan telah membujuk beberapa orang nelayan setempat dengan memberikan uang sebesar 2,5 juta rupiah melalui Oknum RT 001 Desa Posek, RD.

Pada momen tersebut, Ketua Koordinator Deklarasi, Rian menyuarakan di hadapan Masyarakat nelayan setempat yang turut sepakat hadir untuk menolak PT SAR.

Menurutnya setelah ini, jika masih didapati oknum-oknum aparat perangkat pemerintahan Desa setempat yang menyalurkan uang yang bertujuan untuk sepakat menyetujui PT SAR menambang di wilayah setempat, maka patut kita bubarkan.

Kemudian jika masih di dapati warga yang bersedia menerima sesuatu apapun dari pihak perusahaan, sebagai upaya membujuk dan persetujuan terhadap perusahaan untuk menambang, maka kita sampaikan bahwa mereka adalah penghianat.

Selanjutnya, Rian juga mewanti-wanti seluruh nelayan agar tidak turut serta membiarkan sumber ekosistem laut hancur oleh tangan-tangan pengusaha yang ingin berinvestasi di daerah Kecamatan Posek.

“Jika ini tidak juga di indahkan oleh oknum-oknum tersebut maka layaknya kita melaporkan kepada pihak berwajib untuk menangani hal tersebut. Jangan kita biarkan Aset nenek moyang kita hancur seketika oleh penghianat yang dilemahkan oleh seberapa rupiah yang di tawarkan”, Teriak Rian memotivasi.

Dengan demikian, Rian juga menyampaikan bahwa jelas sudah masyarakat nelayan hingga hari ini tidak mendapatkn persetujuan secara mayoritas dari masyarakat nelayan setempat.

“Maka untuk itu, kita juga menyampaikan kedepannya perusahaan PT SAR agar jangan coba-coba terus untuk melakukan niatnya menambang di wilayah penghidupan kita, jika masih saja di teriakannya maka kita tidak akan takut untuk melakukan aksi penolakan ke tingkat selanjutnya”, tegas. Rian.

Ditempat yang sama, Ketua Himpunan Melayu Raya Korwil Lingga, Zuhardi tampak turut mendampingi gerakan Deklarasi tersebut dengan mengatakan, agar masyarakat jangan berlaku anarkis dalam setiap gerakan penolakan terhadap PT SAR yang akan menambang timah di willayah setempat.

“Jangan sampai masyarakat nelayan terprovokasi untuk anarkis dengan adanya upaya yang dilakukan oleh perusahaan PT SAR. Saya turut sepakat untuk menjaga alam yang menjadi sumber penghidupan kita bersama, Laut adalah bagian anugrah dari yang kuasa untuk keberlangsungan kehidupan”, terang Zuhardi.

Diketahui, gerakan deklarasi tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kapos AL Pulau Posek, Yunus, Kapolsek Kepulauan Posek, Idris beserta, Babinpol, Wira, Himpunan Melayu Raya, beserta Nelayan kepulauan Kecamatan Posek. (HK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *