Bupati Lingga, Awe & Forkopimda Lingga Rakor Percepatan Antisipasi Penanganan Covid -19

  • Whatsapp

LINGGA,MEDIATRIAS.com– Forkopimda Kabupaten Lingga lakukan rapat Koordinasi lanjutan tugas percepatan penanganan Covid-19, bertempat di Gedung Daerah Jalan Pagoda Indah, Nomor C-20 Dabo Singkep Kecamatan Singkep, Selasa (24-03-2020) malam.

Rusli Ismail selaku Asisten I menyampaikan, bahwa rapat pertemuan ini untuk melanjutkan rapat yang dilaksanakan pada malam sebelum nya dan rapat sore tadi dengan pak bupati, tentang membahas virus Corona.

Muat Lebih

“Mudah-mudahan kita dapat mengantisipasi sedini mungkin virus Corona, sehingga tidak sampai masuk ke wilayah kita. Tadi kami sudah rapat dan memanggil operator kapal dan tadi pak bupati pula yang langsung memimpin rapat, pada intinya Pihak Operator Kapal mengikut saja kebijakan Pemda, hal ini lah yang perlu kita duduk kan bersama terlebih dahulu”, Kata Asisten I Lingga, Rusli Ismail.

Dilanjutkan oleh penyampaian Bupati Lingga, H. Alias Wello, S.ip M.tr. I.P dan juga membenarkan, bahwa rapat lanjutan tersebut untuk mempercepat progres dalam hal antisipasi virus Covid-19 di Kabupaten Lingga.

“Tadi kami sudah menggelar rapat dengan pihak operator kapal, dan sudah dapat kesepakatan dengan mereka, bahwa Insya Allah, pada tanggal 28 Maret ini kita akan menghentikan semua operasional keluar maupun masuk Ferry di Kab Lingga dalam jangka waktu 2 (dua) Minggu”, ucap Bupati Lingga, yang akrab disapa Awe.

Dengan demikian pihak operator kapal tidak keberatan dengan catatan setelah 2 Minggu dievaluasi kembali. Mengapa dipilih tanggal 28 Maret, karena ada pendapat, bahwa kita tidak boleh mengambil langkah drastis tanpa berkoordinasi dengan forkopimda, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang, kepentingan ekonomi dan kepentingan lainnya.

Oleh sebab itu, pada rapat ini pihak pimpinan daerah juga mengundang para camat, supaya dapat menyampaikan kepada aparatur di wilayah baik Lurah maupun Desa-desa, jadi selama berjalannya 14 hari terus akan evaluasi dan terus berkoordinasi. Tidak hanya sebatas itu saja, pemerintah juga telah membahas pengecualian, yakni tidak berlaku untuk angkutan barang, selain itu juga terus melakukan penyetopan terhadap penumpang, termasuk kapal Roro, dibatasi tidak boleh mengangkut penumpang selain barang.

Untuk angkutan udara, juga ada pemikiran untuk dilakukan penyetopan, namun ada pertimbangan lain, karena dua operator, yaitu Perintis sudah menjadi kebijakan pusat, subsidi dari pusat dan kementrian, jadi pemerintah daerah tidak bisa mengambil langkah sepihak. Sedangkan wings merupakan penerbangan reguler, pemerintah daerah hanya memberikan subsidi, jadi artinya bukan otoritas sepenuhnya dari pemerintah daerah, jadi kalau pemerintah Lingga melakukan langkah sepihak yang berjangka panjang, maka bisa saja pemerintah pusat bisa mengambil langkah sepihak juga untuk penutupan total, itu yang kita khawatirkan, karena kontraknya seperti itu,

Hal-hal yang perlu juga dipertimbangkan bersama pada situasi ini, adalah momen mendekati bulan puasa dan Ramadhan, dan juga hari-hari besar bagi umat beragama lainnya. Selain itu masa libur, dipastikan anak-anak Lingga ni akan kembali ke kampung halaman, ini juga harus diantisipasi, perlu dipikirkan bersama-sama langkah.

“Sementara untuk pembiayaannya, kita sudah selesaikan sebelum penerbangan itu dilaksanakan, intinya untuk transportasi udara masih dalam pengecualian, (belum ada langkah penyetopan), Saya juga ingin memastikan perdagangan dan industri tetap berjalan, dan kepastian ketersediaan sembako itu tersedia dan tercukupi dengan baik”, Awe perjelaskan.

Selain itu, Awe juga menerangkan data yang diketahuinya, yakni data yang disampaikan operator Kapal, 2 (dua) hari terakhir ini terjadi penurunan penumpang. Sehingga jika sehat atau tidak sehatnya situasi fasilitas Ferry tersebut, maka Pemda maupun bagian bidang terkait tidak punya data detail, suhu tubuh tidak dapat untuk jadikan pembanding, seperti yang disampaikan Dr. Indra tadi, panas tinggi, batuk Flu, bukan parameter.

Namun, untuk hal-hal yang sifatnya insidentil dan emergency Pemda harus sigap menyiapkan transportasi. Blocking area (penyetopan kapal) perlu sosialisasi agar tidak ada gejolak terkait kebijakan ini.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Lingga, M Nizar yang turut hadir juga mengatakan, diminta kepada Dinkes dan Dishub untuk memberikan informasi kepada jajaran forkopimda, tentang setelah Pemda melakukan upaya deteksi suhu tubuh penumpang yang masuk ke Lingga, begitu pula terkait informasi pertambahan penumpang atau stagnan.

“Dari Pengukuran Suhu tubuh mengarah kemana, sehat atau tidak sehat, jadi kita dapat memetakan, biar ada pembandingnya”, ujar Wakil Bupati Lingga, M Nizar, S.Sos.

Untuk Diketahui, selain kehadiran Bupati Lingga, Wakil Bupati Lingga dan Asisten I Lingga, bahwa rapat Forkopimda tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kab. Lingga Ahmad Nashirudin, Sekretaris Daerah Kab Lingga Drs. Juramadi Esram, Kapolres Lingga AKBP Boy Herlambang S.ik M.si, Danlanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Zulfahmi, SE M.tr Hanla, Danramil Dabo Singkep diwakili Babinsa Kelurahan Dabo Serka Zulkifli, Kabag OPS Polres Lingga Kompol Rusdwiantoro, Kadishub Lingga, Selamat, Kaban Kesbangpol Lingga Armia, S.pd, Kadinkes Lingga Drs. Syamsudi, Dirut RSUD Dabo Dr. Bukit Tuarantayo Gultom, Ketua IDI Kab. Lingga Dr. Indra,Kasatpol PP dan Damkar diwakili Kasi Ops Satpol PP Abdul Manaf, Kabag Humas Pemkab Lingga Jumadi,,Kasubag Humas Pemkab Lingga Fikrizal, Ketua PSMTI Kab. Lingga Toni Karyadi, Para Camat Se-Kabupaten Lingga. (HK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *