Bupati Lingga Sampaikan RANPERDA Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019

  • Whatsapp

LINGGA, MEDIATRIAS. com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga menggelar rapat paripurna tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Lingga tahun anggaran 2019, di Ruang Rapat DPRD hari Jum’at 26 Juni 2020.

Bupati Lingga Alias Wello, S.ip mengatakan laporan realisasi anggaran dengan jumlah pendapatan sebesar Rp. 904.253.114.604,28 miliar. Sedangkan belanja tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 976.058.628.445,98 miliar.

Bacaan Lainnya

“Defisit sebesar Rp. 71.805.513.844.70 Miliar, penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 137.320.700.338,70, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 6.850.000.000,00 miliar,” kata Alias Wello di hadapan ketua DPRD Lingga dan anggota, Sabtu (27/06/20).

Selain itu, pembiayaan NETTO sebesar Rp. 130.470.700.33870 Miliar, sehingga jelas Awe sapaan akrabnya, sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) Tahun 2019 sebesar Rp. 58.665.186.494,00 miliar.

Sehingga uraian dari laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD)Tahun 2019 sebagai berikut. Anggaran pendapatan setelah perubahan sebesar Rp.919.957.466.245,00 miliar.

“Realisasi sebesar Rp.904.253.114.601.28 miliar atau 98,28% dari anggaran, anggaran belanja setelah perubahan sebesar Rp. 1.050.301.013.207,07 Triliun, realisasi belanja sebesar Rp.976.058.628.445,98 miliar atau sebesar 92,93% dari anggaran.

Laporan ini, ia bacakan di saat sidang paripurna tengah berlangsung, yang di dengarkan oleh Ketua, Wakil Ketua dan anggota DPRD Lingga, dalam penyampaiannya Awe menyebutkan dari penggunaan SALDO anggaran lebih sebesar Rp.137.254.185.652,70 miliar.

Dari itu, sisa lebih pembiayaan anggaran tahun 2019 sebesar, Rp.58.665.186.494,00 miliar, sehingga SALDO anggaran lebih akhir tahun 2019 sebesar Rp.58.665.186.494,00.

“NERACA per 31 Desember 2019 ialah, Jumlah aset sebesar Rp.1.813.559.498,95 triliun, jumlah kewajiban sebesar Rp.5.939.068.744,28 Miliar, jumlah EKUITAS DANA sebesar Rp.1.807.630.429.386.67 triliun,” tambahnya.

Sementara itu untuk laporan operasional tahun anggaran 2019 yaitu, pendapatan – Lo sebesar Rp.999.482.605.663,64 miliar. Beban – Lo sebesar Rp.907.660.206.960,82 miliar. Surplus low sebesar Rp.91.822.398.702,82 miliar.

Sedangkan terkait laporan arus kas tahun anggaran 2019 dengan saldo kas awal per 1 Januari 2019 sebesar
Rp.137.475.917.319,78 miliar. Arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan sebesar Rp.182.675.526.087.49 miliar. Arus kas dari aktivitas non anggaran sebesar Rp. 215.479.197,00 miliar dan saldo kas akhir tahun anggaran 2019 sebesar Rp.59.344.853.131,65 miliar.

Sambung dia, untuk laporan perubahan EKUITAS tahun anggaran 2019 yaitu EKUITAS awalnya sebesar Rp.1.733.342.772.825,96 triliun. SURPLUS – Lo sebesar Rp.72.604.800.109,49 miliar.

Dampak KUMULATIF perubahan kebijakan terdiri dari selisih revaluasi aset tetap sebesar Rp.4.258.472.300,00 miliar, dan koreksi ekuitas lainnya sebesar Rp.2.575.615.848,78 miliar, sehingga EKUITAS akhir sebesar Rp.1.807.630.429.386,67 triliun.

Dengan catatan atas laporan keuangan, sehingga memuat informasi baik secara KUANTITATIF atas pos-pos laporan keuangan.

“Demikian disampaikan, diharapkan mampu meminimalisir persoalan hukum yang timbul di dalam pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Lingga. Dan berharap kepada yang terhormat DPRD Kabupaten Lingga, agar dapat membahas RANPERDA sebagaimana tersebut bersama Eksekutif dan nantinya dapat disetujui menjadi suatu peraturan daerah, sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Lingga,” pungkasnya. (FR*HK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *