Diduga Palsukan Surat Tanah, Polisi Jemput Dua Tersangka ke Sel Tahanan

  • Whatsapp

BINTAN,MEDIATRIAS.com – Dua tersangka yakni Di (44) warga Bintan dan Si (60) merupakan warga Batam terpaksa berurusan dengan hukum, pasalnya kedua tersangka dilaporkan karena menjual tanah milik DW dengan cara menerbitkan dokumen palsu diatas lahan bersertifikat diwilayah RT 015 RW 05 Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Selasa (13/10/2020).

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin mengatakan, peristiwa pemalsuan dokumen tersebut dilakuakanya pada awal 2013 silam, pada 10 Mei 2020 kedua tersangka dilaporkan ke Polres Bintan. Dari hasil pemeriksaan modus yang dilakukan kedua tersangka yaitu dengan melakukan penjualan lahan yang sudah bersertifikat Hak Milik (SHM).

Bacaan Lainnya

“Jadi diatas lahan bersertifikat itu oleh kedua tersangka dibuat lagi 10 surat SKPPT yang diduga palsu atas nama orang lain tanpa sepengetahuan pemilik lahan,” terang Agus.

Saat ini tambah Kasatreskrim laporan tersebut sedang dalam proses penyidikan oleh Satreskrim Polres Bintan dan sudah dilakukan Tahap Satu yakni pengiriman berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Bintan.

“Kami masih menunggu hasil penelitian dari Kejaksaan Negeri Bintan perihal kelengkapan berkas perkara untuk dilanjutkan ketahap penuntutan dan penahanan,” tambah Kasatreskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin.

Atas perbuatannya itu, Kedua tersangka terbukti melanggar pasal 263 KUHP dan pasal 264 ayat (1 )Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal pasal 264 ayat (2) Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 266. (jo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *