Ditpam Batam Sergap Lokasi Penambangan Pasir Ilegal Di Kawasan Tembesi

  • Whatsapp
loading...

BATAM,MEDIATRIAS.com – Patroli rutin yang dijalankan oleh Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pertanahan (BP) Kota Batam di kawasan Tembesi Kec. Sagulung pada, hari Minggu (31/5/20) pukul 13:00 Wib.

Dalam Patroli tersebut Ditpam didampingi Fasling BP Kota Batam, Hadjar. W beserta Kasubdit Pengamanan Lingkungan Dan Hutan Tony Febry.

Bacaan Lainnya

Cuaca waktu itu kurang bersahabat, dikarnakan hujan lebat dan lokasi jarak tempuh cukup jauh, menapaki jalan berlumpur dan licin. Hal itu tidak membuat Tim putus asa hingga sampai tujuan.

Tujuan patroli Ditpam beserta Tim tidak sia-sia saat tiba di lokasi. Seprti yang ditemui dilapangan oleh Awak Media ini, Keberhasilan Tim Ditpam BP Kota Batam dengan mendapatkan alat bukti untuk penambangan pasir ilegal tersebut.

Barang bukti yang ditemui Tim Ditpam BP Kota Batam seperti satu (1) unit alat berat Beko, Lima (5) Unit mesin diesel penyedot air dan pasir, satu unit Dumptruck pengangkut pasir serta beberapa lnstalasi pipa paralon.

Tetapi sangat disayangkan, dalam Pengusutan Tim Ditpam BP Kota Batam tersebut tidak satu Orangpun yang berhasil di amankan.

Seperti yang disampaikan Kasubdit Pengaman Lingkungan Dan Hutan, Tony Febry saat dimintai keterangan oleh Media, yang saat itu langsung terjun kelapangan.

“Terdapat lima (5) titik tambang pasir ilegal yang berada di lokasi ini, dalam patroli ini juga kita berhasil mengamankan beberapa barang bukti alat-alat tambang yang digunakan para penambang untuk melakukan aksi ilegal nya, namun para penambang berhasil melarikan diri saat aksi nya telah diketahui oleh Ditpam BP Batam”, ucap Tony.

Ditempat yang sama Hadjad menjelaskan, dampak negatip penambang ilegal ini sangat merusak lingkungan dan waduk penampungan seperti berkurangnya debid air yang masuk ke waduk, dan menyebabkan dangkalnya kedalaman air.

“Dari hasil yang terlihat, dampak dari penambang pasir ilegal ini mengalami kerusakan lahan yang mencapai luas kurang lebih 5 hektar. Merupakan kerugian yang sangat besar pada aspek lingkungan, hingga tampungan waduk di Kota Batam. Hal ini harus diperhatikan bersama guna menyelamatkan lingkungan hidup dan ekonomi khususnya di Kota Batam”, pungkas Hadjad kepada Awak Media yang hadir bersama saat itu. (ali.s)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *