Hampir Setahun Tongkang Tak Bertuan Mengganggu Wilayah Perairan Nelayan, Kades Mensanak : Pemda Lingga & HSNI LINGGA ??

  • Whatsapp

LINGGA,MEDIATRIAS.com – Sejak 14 Desember 2019 hingga kini 23 November 2020, tongkang yang masih terdampar di perairan Desa Kepulauan Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare, Kepemilikannya tidak juga diketahui.

Oleh karena itu, Mansur sebagai Kepala Desa (Kades) Kepulauan Mensanak mewakili masyarakatnya menyatakan rasa keberatannya jika tongkang tersebut masih terbiar di wilayah laut perairan nelayan untuk melakukan aktivitasnya.

Bacaan Lainnya

“Tongkang yang terdampar itu sangat mengganggu nelayan kita, karena wilayah tersebut digunakan para nelayan desa setempat bahkan desa sekitarnya untuk memancing demi penghidupan ekonomi kesehariannya”, kata Mansur kepada awak mediatrias.com, Senin (23-11-2020).

Dilanjutkannya, semestinya tongkang tersebut jika bertuan, tentu ada pemiliknya. Kemudian kades menginginkan pemilik tongkang bisa mengklaim secara bukti-bukti kepemilikannya dengan jelas.

“Memang sebelumnya ada pihak-pihak yang datang dan mengaku dari bagian kepemilikan tongkang, namun mereka yang datang tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan”, ucap Kades.

Selain itu, menurut Mansur ada juga yang datang dan mengaku dari pihak Asuransi tongkang yang terdampar.

“Namun saat kita minta perlihatkan surat tugas dan bukti surat-surat lainya sebagai pendukung administrasi, itu pun gak bisa mereka perlihatkan”, ujar Kades.

Kemudian Kades juga menegaskan, dengan adanya waktu yang sudah sekian lama, yang hampir setahun kini, tongkang tidak ada yang menangani, maka sudah sewajarnya kita anggap barang tak bertuan.

“Kita sangat berharap kepada pihak pemerintah Lingga terkait maupun DPC HSNI Lingga mau peduli tentang hal ini, sehingga nelayan tidak merasa terganggu dan juga tidak memberi dampak bahaya bagi nelayan saat menggunakan wilayah perairan tongkang terdampar”, tegas Nya.

Disarankan Mansur, maka sebaiknya di lelang aja secara prosedur, tentu itu baik untuk masyarakat nelayan, sehingga nelayan tidak terganggu dengan kondisi yang ada. Masyarakat bisa mendapatkan Kompensasi disesuaikan dari hal itu.

“Dikarenakan tongkang terdampar seperti tak bertuan, dan masyarakat setempat yang menemukan, maka sewajarnya tongkang tersebut menjadi milik masyarakat dan dijual scrap kepada pihak yang bersedia membeli. Tujuannya, agar tongkang tidak lagi berada di tempat sekarang ini, sehingga tidak mengganggu dan membahayakan nelayan”, terang kades (HK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *