Jeritan Sang Perantau

  • Whatsapp

BATAM,MEDIATRIAS.com – Ketika Dampak Pandemic Covod 19 menerjang Dunia ,Khususnya Indonesia Saya cukup merasakan kesedihan yang di rasakan Saudara -saudara saya semua bagi yang merantau dimana saja.

Tentunya tujuan merantau adalah untuk merubah nasib hidup yang lebih baik,ingin hidup mandiri ,dan ingin membahagiakan orang – orang yang kita sayangi …
**Bagi sang suami ingin bahagiakan istri dan anak – anak di kampung …
**Bagi sang istri ingin membahagian anak – anak dan membantu suami dalam mencari nafkah …

Bacaan Lainnya

Bagi single parent ingin membahagiakan anak- anak tercinta ,untuk mereka sekolah, untuk mereka beli baju baru dan untuk mereka bisa membeli mainan dan jajan …
**Bagi Kakak dan Abang ingin membahagiakan adik adik di kampung agar bisa sekolah …😰😰..

Sementara itu Bagi seorang anak ,merantau adalah ingin membahagiakan kedua orangtua ,ingin membahagiakan ibu …ingin membahagiakan ayah dan adik – adik ..

Kalian tau….
Momen – momen yang paling bahagia adalah ketika menjelang lebaran …
Sang perantau mencari uang susah payah demi untuk mudik ,bertemu dan berkumpul dengan keluarga tercinta .

Sang perantau bahkan rela untuk mencari oti (overtime) bagi pekerja di suatu perusaan ..
Bahkan ada yang rela berhutang untuk biaya bisa mudik dan membawa oleh oleh untuk org – org tercinta ..

Jauh sebelum mudik,sang perantau sudah memesan tiket kapal atau pesawat …
Sungguh sangat rindu akan hal itu…

Namun Tahun ini…
Akibat dampak Covid 19…

Sang perantau tdk bisa mudik ,tidak bisa bertemu dan berkumpul dengan orang – orang tercinta…

Kini..sang perantau dalam keadaan susah di perantauan …kontrak rumah tak terbayar karena dampak Covid 19,Makan Senin Kamis 😭😭😭,

Berharap sembako ….
Hanya bisa mendengarkan dan menyaksikan saja cerita real SEMBAKO.
Berbagai macam keluhan dan kesusahan tertuang di media sosial …ku hanya bisa diam karena aku juga “Sang Perantau “.
Jeritan dan kesedihan sang perantau yang lain membuat hati ini semakin pilu dan sedih😭😭 …

Dalam hati ..ingin rasanya menjerit dan berteriak”Tuhan Kenapa Banyak manusia-manusia rakus yang tidak punya hati”…

Kenapa keadilan dan kasih sayang tidak ada di perantauan bagi sang perantau ….
Sudah lah …Mari berusaha, berdoa ,dan terus berdoa …

Mudah – mudahan masih ada manusia manusia yang berhati mulia…
Tetaplah bersabar dan jangan putus asa,insyha Allah kita yang di Rantau diberikan kesehatan dan dimudahkan rezeki kita oleh Allah SWT.

Reporter ( red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *