Ketua Hi MR Korwil Lingga, Zuhardi Klarifikasi Terkait Penilaian Ketua LSM Melayu Kampung dan Ketua KNPI Lingga

  • Whatsapp

LINGGA,MEDIATRIAS.com– Ketua Himpunan Melayu Raya, Zuhardi berikan klarifikasinya terhadap Ketua Melayu Kampung Muhammad Idham dan Ketua KNPI Lingga, Safar tentang penilaian sikap arogansi serta premanisme kepada pekerja peroyek Irigasi yang seakan memberi kesan tidak mendukung kinerja pemerintah.

Untuk itu, Zuhardi terlebih dahulu menceritakan sebab awal mula kejadian pada tanggal (26-04-2020). Mengapa ia bisa berada di situasi kondisi lapangan saat itu.

Bacaan Lainnya

Diungkapkannya, bahwa ia sedang mengendarai roda empat dari kota Daik melintasi akses umum Bukit Baygon dengan tujuan Desa Belungkur dengan jarak tempuh pergi hampir 2 jam untuk menjenguk orang tuanya.

Setibanya di lintasan Bukit Baygon, ia melihat aspal yang dipenuhi lumpur dampak dari pengoprasian proyek irigasi yang turut menggunakan akses umum tersebut.

Kemudian, ia menyampaikan pesan kepada seorang yang diduga karyawan agar aspal tersebut segera dibersihkan sebelum masyarakat menjadi korban, dan ia kembali melanjutkan perjalanan. Lalu singkat cerita, pada hari yang sama Zuhardi kembali melintasi akses utama tersebut.

“Namun saat kembali, saya masih menyaksikan jalananan masih dipenuhi lumpur, seakan tidak ada penanganan untuk hal yang disampaikan tadi sebelumnya”, kata Zuhardi kepada awak Media, Selasa (28-04-2020).

Lalu Zuhardi kembali menghampiri seorang yang diduga pekerja saat itu, serta mempertanyakan siapa sebenarnya pimpinan pengerjaan lapangan maupun pengawas proyek irigasi di wilayah tersebut.

“Jawabnya, mereka sedang tidak berada ditempat, dengan sikap acuh dan saya merasa dibohongi terhadap apa yang saya pesankan sebelumnya dan terkait apa yang saya pertanyakan saat itu”, terang Zuhardi.

Selanjutnya, Zuhardi mencoba menghampiri Base Camp proyek dan coba mendorong pintu, ternyata orang-orang yang dianggap berkompeten di lapangan berada di dalam base camp tersebut.

“Mengetahui hal itu maka saya spontan marah dan secara reflect saya pukul dinding basecamp tersebut, karena saya merasa tidak dihargai sebagai tamu yang berkunjung ke lokasi kerja mereka dan bahkan kedatangan saya untuk menyampaikan apa hal yang semestinya mereka lakukan terkait penangan lumpur yang masih berserakan di sepanjang jalanan aspal saat itu”, masih diterangkan Zuhardi.

Selain itu, Zuhardi juga menerangkan terkait adanya ia melemparkan tanah lumpur ke basecamp, “Tidak semestinya ada pihak-pihak yang mesti merasa tersinggung, atas tindakan tersebut, dikarenakan lumpur yang saya lontar kan ke dinding basecamp tidak seberapa mengotori dan tidak membahayakan seperti kotornya lumpur di atas jalanan aspal akibat dari pekerjaan perusahaan tersebut”, ditegaskan Nya.

Ia pun mempertanyakan kepada semua pihak melalui informasi publik ini, bagaimana jika sudah terjadi korban jiwa akibat melintasi aspal yang masih berlumpur saat itu, apalagi akses tersebut merupakan lintasan penghubung antar Kecamatan dan Desa-desa sekitarnya.

Sehingga menurut Zuhardi, kemarahan yang terluahkan saat itu, adalah hal yang wajar karena terlebih dahulu ia merasa disepelekan oleh pihak-pihak PT Dollar Lestari Mandiri yang bekerja saat itu.

“Rasanya Kemarahan saya itu wajar, sebelum menimbulkan korban pengendara, kalau nanti sudah menimbul kan korban, apalagi yang akan di bangga kan dari perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut”, ucap Nya.

Disinggung soal mengancam dan mencekal kegiatan perusahan yang membangun di Lingga, Zuhardi membatah tidak ada mengucapkan hal tersebut, tapi marahnya hanya seketika jalan umum dibuat berlumpur sehingga sulit masyarakat akan melintas di jalan tersebut.

Ditambahkannya, terkait tanggapan ketua LSM melayu kampong memberikan respon seperti itu, menuru Zuhardi itu juga wajar karna saat kejadian Ketua Melayu Kampung tidak menyaksikan awal mula sebab musabab kejadian.

“Beliau datang setelah akhir-akhir kejadian bukan dari awal nya. Maka terkait apa yang dia sampai kan saya juga memakluminya”, ujar Zuhardi menjawab tanggapan Ketua Melayu Kampung Lingga.

Lanjutnya terkait ungkapan ketua KNPI Lingga, Zuhardi menyampaikan, bahwa tidak satupun dari pihaknya yang tidak sejalan dengan pemerintah selagi manfaatnya untuk masyarakat, bahkan pihaknya siap menjadi garda terdepan untuk menyuarakan serta membela kepentingan kemajuan Kabupaten Lingga.

Sebagaimana juga Zuhardi beritahukan pengalamannya turut serta menyuarakan dan memperjuangkan di provinsi Kepri untuk pembangunan Aspal menuju Lintas Timur, tahun 2016 lalu.

“Kita tetap akan mendukung untuk segala program peningkatan ekonomi maupun pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, begitu juga sebaliknya, jika menurut kita membahayakan masyarakat dan kurang nyaman untuk masyarakat wajar kita tegur”, Zuhardi menjawab penyampaian Ketua KNPI Lingga, Safaruddin.

Inti nya menurut Zuhardi, ia tidak memilki kepentingan apapun selain untuk kebaikkan yang bermanfaat bagi masyarakat, bahkan menurutnya dalam penyampaian klarifikasinya ini tidak untuk mencari pemberanaran secara Pribadi maupun secara Perhimpunan.

“Kepada elemen yang yang sudah turut memberikan perhatiannya, saya ucapkan sangat terima kasih, karena kita dalam hal ini sesama putra-putra yang ingin bersama membangun dengan potensi-potensi SDM masing-masing. Untuk itu pula pihak pelaksana lapangan jangan mencari pembenaran. Akui saja kesalahan kelalaian kalian, sama seperti saya fear mengakui kehilafan amarah saya bertindak demikian, dikarenakan kalian sambutan kalian saat itu”, ditegas kan Zuhardi. (HK)

loading...

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *