Manta Birostris si “Kelelewar pintar” dari lautan

  • Whatsapp

 

Oleh : Anggi Zurmailinia

Bacaan Lainnya

Manta Birostris si “Kelelewar pintar” dari lautan

LINGGA, KEPRI MANDIRI– Apa kalian tahu apa jenis ikan pari yang paling besar? Yap, ikan pari manta!

Ikan pari manta (Manta birostris) adalah salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia. Ikan ini memiliki banyak nama mulai dari Manta Pasifik , Manta Atlantik, kadang juga disebut devilfish. Di Indonesia sendiri, pari manta memiliki aneka nama lokal seperti cawang kalung, plampangan, serta pari kerbau .

Manta dimasukkan ke dalam famili Myliobatidae yang terdiri dari 40 spesies pari berbeda. Myliobatidae ini dibagi dalam 4 subfamili dan pari manta dimasukkan ke dalam subfamili Mobulinae yang juga diisi oleh ikan pari dari genus Mobula yang memiliki penampilan mirip pari manta namun ukurannya lebih kecil.

Ikan ini bisa dikatakan makhluk purba. Menurut penelitian terhadap fosil ikan bernama ilmiah Manta Birostris, ikan ini sudah berusia 4,8 juta tahun. Diprediksi kehadiran ikan ini sudah ada di bumi sejak 20-25 juta tahun yang lalu,lo.

Untuk sejenis Kelelawar laut,  unik ini tinggal di perairan yang hangat di daerah tropis. Terutama di sekitar terumbu karang dan bagian kerak benua seperti di bagian tengah Atlantik, perairan pulau-pulau Pasifik, dan Pantai Tenggara dan Barat Benua Amerika. Ikan ini juga bisa ditemui di laut Indonesia teman-teman, seperti wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Ciri khas yang dimiliki ikan pari manta adalah sepasang “tanduk” di dekat mulutnya. “Tanduk” ini adalah sepasang sirip sefala (kepala) yang membantu memasukkan air laut yang mengandung plankton makanannya dan bisa ditekuk ke dalam mulut. Plankton adalah makanan utama ikan ini, bahkan dalam sehari Ikan pari manta dapat menyantap lebih dari 1 ton plankton.

Meski belum bisa mengalahkan hiu atau paus, Manta birostris atau ikan pari manta adalah raksasa di “kelasnya”. Bayangkan saja, jika direntangkan lebar tubuhnya dari ujung sirip dada ke ujung sirip lainnya mencapai hampir 7 meter bahkan ada yang mengatakan bahwa ada manta yang lebar tubuhnya mencapai 9,1 meter, maka tak heran pari manta disebut sebagai ”kelelawarnya lautan”Bobot terberat manta sendiri yang pernah diukur mencapai 3 ton.

Tak hanya soal lebar tubuhnya, ternyata semakin ikan ini dewasa, jangkauannya juga akan semakin jauh. Ikan ini pun mampu menjelajahi mayoritas perairan Indonesia. Bisa dibayangkan betapa indahnya hewan satu ini. Selain dengan ukuran serta sosoknya, ikan ini pun memilki kekuatan yang besar pula.

Ikan pari Manta merupakan pemimpin dalam eksistensinya di laut dalam terkadang juga di perairan dangkal, dekat ke mulut pantai dan di teluk-teluk yang tersembunyi. Ikan ini hewan pemimpin yang jinak, hidup berkelompok dari beberapa individu,atau berpasangan.

Meskipun penampilannya tampak jahat karena penampilannya mirip seperti kelelawar, bahkan pari manta kadang-kadang juga disebut sebagai devil fish (ikan setan), ikan ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia dan tidak memiliki alat penyengat seperti pada sting ray (pari penyengat).

Dan tahukah kalian, ikan pari manta merupakan salah satu ikan yang paling pintar, ikan tersebut memiliki rasio otak dan massa tubuh paling besar dibandingkan ikan lainnya.

Bahkan ukuran otaknya mencapai tiga kali lipat ukuran otak hiu paus, dan bentuk sel-sel di otaknya lebih mirip dengan burung atau mamalia, dibandingkan ikan.

Bukti bahwa Pari Manta mendapat sebutan ikan paling pintar, salah satunya ikan ini dapat membedakan masing-masing penyelam dengan melihat ke mata penyelam tersebut.    Wahh keren ya!

Manta bergerak memakai sirip dadanya dengan cara mengombakkannya dari bagian dekat kepala hingga ke belakang tubuh sehingga saat dilihat, pari manta seolah-olah sedang terbang di dalam laut.

Ikan Pari Manta ini sendiri juga sering melompat ke atas air. Namun belum ada yang mengerti secara pasti sebenarnya apa maksud dibalik hal itu. Ada yang beranggapan bahwa mereka melakukan hal tersebut karena ingin membersihkan diri dari parasit yang ada ditubuhnya ataupun sedang dalam masa perkawinan.

Manta memiliki warna yang bervariasi, mulai dari hitam, biru keabu-abuan, cokelat, hingga nyaris putih. Pola warna pada tubuh manta juga bervariasi di mana pada pari manta yang ditemukan di Pasifik timur bagian bawah tubuhnya berwarna dominan hitam, sementara pada jenis pari manta yang ditemukan di Pasifik barat, warna bagian bawah tubuhnya pucat. Belum diketahui apa fungsi dan penyebab dari pewarnaan bervariasi ini, namun warnanya yang bervariasi inilah memudahkan para ilmuwan untuk membedakan manta dari wilayah yang satu dengan wilayah lainnya.

Ekor manta sendiri lebih pendek dibandingkan dengan ekor ikan pari kebanyakan dan tidak bersengat. Kulit manta juga diselubungi lapisan lendir yang jauh lebih tebal dibandingkan ikan pari kebanyakan. Lapisan lendir ini diduga ada hubungannya untuk melindungi kulitnya yang rentan.

Manta tidak memiliki alat pertahanan semisal gigi tajam atau sengat sehingga ia mengandalkan kemampuan berenangnya untuk melarikan diri dari musuhnya (termasuk mungkin dengan melompat keluar dari air). Manta juga diketahui bisa memakai sirip dadanya untuk memukul penyerangnya.

Pari manta termasuk biota laut yang statusnya rentan terhadap kepunahan karena penangkapan berlebihan pari manta yang terjadi akibat tingginya permintaan di luar negeri.  Salah satunya adalah gencarnya perburuan pari manta yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar bagi obat tradisional Cina, terutama bagian insang yang diyakini bisa menyaring racun di tubuh manusia. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pari manta menurun dengan drastis akibat permintaan “rakus” dari Cina yang terus meningkat.

Walaupun jumlahnya belum masuk kategori terancam punah, namun pada masa depan diperkirakan populasinya akan menyusut hingga akhirnya terancam punah karena manta hanya bereproduksi satu keturunan setiap dua atau tiga tahun.

Tentu kita berharap agar pari manta, salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang sangat indah ini, jangan sampai mengalami kepunahan. Pada intinya kita semua harus menjaga biota maupun abiota yang ada di alam untuk keseimbangan ekosistem yang ada. Alangkah kasihannya anak cucu kita kelak, mereka hanya mengetahui makhluk unik dan khas bernama pari manta hanya dari dongeng dan catatan sejarah atau sisa tubuh mereka yang sudah diformalin di museum.

Nama                : Anggi Zurmailinia

NIM                   : 180254241043

Program Studi : Ilmu Kelautan

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan

Semester          :  2

 

Reporter : (HK)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *