Memperdalam Ilmu Agama Bagi Mualaf, Apri Akan Bangun Rumah Khusus

  • Whatsapp

BINTAN-Patut diacungkan jempol, bagaimana tidak, selain mempunyai visi dan misi yang jelas dan terarah, pasangan Calon Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Calon Wakil Bupati Bintan, Roby Kurniawan akan membangun rumah khususbyakni rumah  mualaf di pemerintahan selanjutnya, hal ini tentu mempunyai nilai positif dimata masyarakat, Rabu (30/9/2020).

Kepada media ini Apri menuturkan, pendirian rumah mualaf sebagai ruang bagi mualaf untuk mendapatkan pelayanan dan pendampingan bidang sosial, keagamaan hingga perekonomian. Menurutnya seorang mualaf juga perlu mendapat pendampingan untuk membimbing peribadatan, belajar membaca ayat suci hingga kajian keagamaan.

Bacaan Lainnya

“Secara sosiologis, mualaf juga berisiko mengalami efek sosial dan ekonomi akibat pindah agama yang dijalaninya. Oleh karena itu, program pendampingan menjadi kebutuhan bagi mualaf sebagai bagian dari entitas agama, masyarakat dan bangsa, mereka juga termasuk kategori asnaf atau penerima zakat,” jelas Apri.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Bintan  Roby Kurniawan mengatakan bahwa saat ini pondok pesantren telah mulai tumbuh sebagai tempat belajar anak-anak, namun yang perlu dicermati saat ini juga perlu perhatian bagi rumah belajar bagi mualaf. Karena pembinaan terhadap mualaf juga dirasa sangat diperlukan bagi yang membutuhkan. Supaya para mualaf itu ketika belajar memperdalam ilmu agama menjadi lebih terarah.

“Jadi perlu adanya terobosan baru terkait rumah mualaf, nantinya disama mereka akan lebih dalam dan terarah ketika mempelajari agama,” sebut Roby.

Masih kata dia, kedepan rumah mualaf ini akan dimanagement dan diisi oleh ustadz atau ulama sebagai tenaga pengajar yang didukung oleh Pemerintah dalam rangka memberikan ilmu membaca Quran, Fiqih Islam dan Syariah lainnya bagi mereka yang membutuhkan. Dengan adanya Rumah Mualaf maka kekuatan mental, spiritual, emosional hingga sosial ekonomi dapat terbangun dan didampingi secara berkesinambungan.

“Jadi bagaimana seorang mualaf itu  secara khusus juga perlu mendapat perhatian berupa pendampingan untuk mendapat ilmu dan belajar membaca ayat suci hingga kajian keagamaan,” tukasnya. (IP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *