Muslimin Berkeluh Kesah Terkait Penurunan Pemasaran Harga Ikan, Ketua HNSI Lingga Menanggapi

  • Whatsapp

LINGGA,MEDIATRIAS.com– Wakil ketua masyarakat nelayan Desa Kelumu, Muslimin mengeluh kan harga pemasaran hasil tangkapan ikan laut. Hal tersebut disampaikannya kepada ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Lingga, Destrawandi, Sabtu (4-04-2020).

Menurut Muslimin, bahwa pemasaran harga ikan di masa sebelum adanya isu penyebaran wabah corvid 19 di berbagai daerah di provinsi Kepri, harga pemasaran hasil tangkapan laut dapat memberikan pemanfaatan ekonomi terhadap masyarakat, namun kini sangat jauh berbeda.

Muat Lebih

“Ternyata kini sangat memberi dampak pelemahan ekonomi terhadap kami masyarakat Nelayan, bahkan untuk pemasaran ke penampung ikan terdekat di Kecamatan Selayar, yakni Penuba saat ini hanya mau menampung dengan harga sedemikian murah nya”, kata Muslimin yang dikutip awak media.

Turut diberitahukannya, bahwa sebelum ini harga ikan sejenis pari 20 ribu rupiah/ kilogram, kini berharga 8 ribu rupiah/ Kilogram. Begitupula untuk harga sejenis ikan Kemejan berharga 18 ribu rupiah/kilogram, kini telah jauh menurun hingga 4 ribu rupiah/ kilogram.

Muslimin juga turut menyinggung terkait kemudahan pengiriman pemasaran untuk keluar, bahwa fasilitas transportasi yang sangat memudahkan masyarakat nelayan untuk pengiriman hasil laut di daerahnya, adalah menggunakan Ferry reguler penumpang, namun kini pengoperasian Ferry tersebut sedang dinonaktifkan, demi mewaspadai penyebaran corvid 19 di Kabupaten Lingga.

Selanjutnya menanggapi hal tersebut, Ketua HNSI kabupaten Lingga, Destrawandi mengatakan agar masyarakat nelayan untuk bersabar dalam situasi yang ada saat ini, namun ia juga menjelaskan bahwa HNSI Kabupaten Lingga sudah melakukan koordinasi kepada pemerintah setempat.

“Saya sudah lebih dahulu melakukan koordinasi kepada Bupati Lingga, dengan tujuan mengantisipasi dampak ekonomi terhadap masyarakat nelayan seperti saat ini”, kata Destrawandi.

Bahkan menurutnya, Bupati akan menganggarkan 7 miliar rupiah untuk kepentingan masyarakat kabupaten Lingga dalam situasi ini, namun Destrawandi juga meminta bupati turut memberikan pertimbangan lain.

“Masyarakat Nelayan Kabupaten Lingga saat ini berjumlah 13 ribu orang, jika anggaran tersebut dibagikan kepada masyarakat nelayan yang ada, maka akan mendapatkan 300 ribu rupiah per orang, walaupun demikian, tentunya hal ini juga merupakan upaya baik dari perhatian pemerintah”, ucap Wandi yang akrab disapa.

Juga dijelaskan Wandi, bahwa ia telah meminta pemerintah untuk mempersiapkan fasilitas transportasi laut dengan tujuan Tanjung Pinang dan Batam untuk jalur alternatif pengiriman pemasaran ikan keluar.

“Untuk hal itu pun sudah saya sampaikan kepada Bupati, begitu sasaran tempat pemasaran ikan di sana. Selain itu Bupati juga sudah mempersiapkan Satgas ekonomi yang tergabung dari bagian pemerintahan bidang Ekonomi dan perikanan serta HNSI, Insya Allah dalam waktu dekat semuanya dapat teratasi”, ungkap Destrawandi menjelaskan. (HK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *