Perang Melawan Narkoba..!!

  • Whatsapp

MEDIATRIAS.com – Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.Penyalahgunaan narkoba merupakan musuh bersama, karena berlahan-lahan tapi pasti akan merusak masa depan bangsa. Efek sampingnya yang dapat berbahaya untuk fisik maupun jiwa sudah tidak diragukan lagi. Namun, penyalahgunaan obat-obatan terlarang ini makin marak terjadi. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa 3,2 persen pelajar yang tersebar di 13 ibu kota provinsi di Indonesia menggunakan narkoba. Nilai itu setara dengan 2,29 juta generasi muda terancam masa depannya karena penyalahgunaan narkoba. Mengerikan bukan?

Lebih mirisnya lagi, sebagian besar dari pengguna narkoba tidak menyadari efek buruk yang menghantuinya. Mereka hanya tergoda merasakan kesenangan sesaat sebagai pelarian dari permasalahan hidup yang dihadapinya. Padahal, efek narkoba bukan perasaan menenangkan yang bikin candu. Terdapat banyak efek berbahaya yang bisa merusak kesehatan fisik dan kejiwaan. pecandu narkoba tertipu akan kenikmatannya yang fana, dan semu. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain di lautan. Atas dasar kondisi geografis tersebut, wilayah Kepri kerap menjadi lalu lintas jalur transportasi masuknya narkoba dari luar negeri.

Bacaan Lainnya

ada kurang lebih 101 pelabuhan tradisional yang biasa digunakan oleh para sindikat untuk jalur transportasi masuknya narkotika melalui Kepri.Selama Januari hingga September 2020, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri beserta jajaran Satuan Narkoba Polres jajaran menangani 298 kasus peredaran gelap Narkoba.

Dari ratusan kasus yang ditangani kepolisian berhasil menyita 22705,97 gram,148668,80 Gram Sabu, 71568 butir pil ekstasi, 629 butir Happy five dan 411,6 gram obat dan barang berbahaya.

Dari kasus itu sebanyak 479 orang ditetapkan menjadi tersangka oleh kepolisian.maka ada beberapa cara efektif untuk menekan penyalah gunaan narkotika.
1.Penerapan Hukuman Mati
Dasar hukum Undang–Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dapat menjerat pengedar/bandar narkoba dengan memberikan hukuman paling berat yaitu hukuman mati.Pemberian Hukuman mati bagi kasus tindak pidana peredaran narkotika merupakan salah satu langkah yang tepat dilakukan negara untuk mengeksekusi para pengedar narkoba ini mampu dan efektif membuat efek jerah.dimana penyalahgunaan narkoba dapat merusak generasi bangsa dan secara otomatis menghancurkan negara indonesia

2 Penegakan hukum tegas tanpa pandang bulu.
Mengungkap dan menindak sindikat kejahatan narkoba dengan
tegas , tidak pandang bulu terhadap orang-orang yang berkecimpung di bisnis peredaran barang haram Entah ia pejabat negara , penegak hukum,Pejabat di Aparatur Sipil negara (ASN)penguasa , akan dihukum tidak hanya penjara dan dihukum mati tapi juga hartanya disita.
jadi harta bandar bisa disita oleh negara berdasarkan UU Narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan menyita aset hasil kejahatan narkoba.

3.Pencegahan dan Sosialisasi

Pencegahan dan sosialisasi perlu dan dilakukan secara gencar dan tersitem. kegiatan penyuluhan
dan bimbingan untuk memberi pengetahuan dan
kesadaran, tentang akibat buruk/bahaya
penyalahgunaan narkoba, untuk meningkatkan
ketahanan daya tangkal perseorangan, keluarga
atau masyarakat terhadap masalah
penyalahgunaan narkoba. Upaya pencegahan ini
dilaksanakan melalui kegiatan diskusi disekolah,kampus dan instansi -instansi pemerintah dan Swasta.

4.Komitmen Seluruh elemen bangsa bertanggung jawab menjaga diri, keluarga, komunitas dan lingkungan penyalahgunaan dan peredaran narkoba (pemerintah, swasta,tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat) berkontribusi dalam bersih narkoba.mari kita bersama-bersama perangi narkoba karena narkoba adalah musuh bersama.

( Rimbun Purba )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *