Polsek Gunung Kijang Bongkar sindikat  Pencurian Tabung Gas dan Kotak Infak di Malangrapat

  • Whatsapp

BINTAN,MEDIATRIAS.com– Telah lama diintai, akhirnya polisi berhasil meringkus spesialis pencuri tabung gas dan kotak infak yang telah beroperasi melakukan pencurian di wilayah Kecamatan Gunung Kijang dan sekitarnya, Selasa (21/7/2020).

Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono melalui Kapolsek Gunung Kijang AKP Monang P Silalahi saat menggelar ekspos mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan Tiga orang Tersangka yakni NMR (21) warga Tanjungpinang, RAB (17) warga Tanjungpinang dan SY (16) warga Kawal, Kecamatan Gunung Kijang yang sudah meresahkan warga setempat.

Bacaan Lainnya

“Tiga tersangka yang sudah kita amankan beserta barang bukti seperti tabung gas melon dan kotak infak yang dicuri di daerah Desa Malang Rapat, Dua diantaranya masih dibawah umur,” Kata AKP Monang, Kapolsek Gunung Kijang.

Monang menjelaskan, terbongkarnya kasus pencurian yang sudah meresahkan warga itu, berkat adanya laporan masyarakat yang menangkap basah pelaku yang hendak mencuri bensin di wilayah Trikora, kemudian warga sekitar melaporkannya ke mapolsek.

Lanjutnya, setelah dilakukan pengembangan, pada tanggal 21 Juli 2020 pukul 05.40 Wib disalah satu warung dan musholla di Desa Malangrapat. Disana pelaku menggasak 3 tabung gas, uang tunai Rp 100 ribu dalam laci pemilik warung, tak hanya itu di Musholla pelaku juga menggasak uang dalam kotak infak  sebesar Rp 1500.000 ribu, kemudian pelaku membung kotak infak tersebut di pinggir jalan.

“Warga menangkap basah Dua pelaku yakni RAB dan SY yang ketahuan mencuri bensin diwilayah Trikora, setelah itu kita lakukan interogasi dan pengembangan, dari sinilah mereka mengakui telah mengambil  3 buah tabung gas, uang tunai dalam laci dan kotak infak masjid yang berisi uang sebesar Rp 1500.000 ribu di daerah Trikora, Desa Malang Rapat,” beber Monang.

Dalam mejalankan aksinya, kata Kapolsek, ketiga tersangka tersebut mempunyai peran yang berbeda, tersangka NMR mempunyai peranan masuk kedalam warung mengambil uang di laci, tabung gas dan mengambil kotak infak di musholla dan membawanya keluar, kemudian tersangka RAB berperan sebagai Mengambil tabung gas dan membawanya kedalam mobil. Sedangkan SY berperan yang mempunyai ide atau otak pelaku.

“Mereka mempunyai peranan masing-masing, mulai dari masuk ke warung hingga masuk ke mobil, sindikatnya sudah diatur,” tambah Monang.

Atas perbuatanya itu, ketiganya melanggar pasal 363 ayat 1 ke (3) dan ke (4) KUHP pidana juncto UU RI no 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak dengan ancaman 7 tahun kurungan.

“Tersangka sudah kita amankan, Kami masih melakukan pendalaman karena penjualan barang curian itu melalui online  sosmed BJB, kemungkinan bisa bertambah pelaku-pelakunya,” timpalnya.(jo)

loading...

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *