Sandblasting PT. SMJ (Sumatra Maju Jaya) Bebas Melakukan Di Ruang Terbuka Sudah Berlangsung Cukup Lama

  • Whatsapp

BATAM,mediatrias.com – Sumatra Maju Jaya merupakan galangan kapal yang melakukan sandblasting di area terbuka, debu yang dihasilkan dari kegiatan SANDBLASTING (penyemprotan dengan pasir silika untuk membersihkan karat pada kapal sebelum pengecatan) yang dilakukan di ruang terbuka ini terbang ke udara dan membuat polusi tersendiri di sehingga menyebabkan warga yang berdomisili seputaran area perusahaan mengalami gangguan pernapasan (ISPA).

Selain dampak negatif dari sandblasting yang dilakukan oleh PT. SMJ mengganggu pernapasan (ISPA) debu juga mengakibatkan mata pencaharian nelayan sekitar wilayah sangat terganggu.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut Hasbi S.E selaku Kepala Seksi pengawasan dan pengendalian mengakui bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak melakukan pengawasan dengan baik karena keterbatasan petugas yang sangat minim hanya berjumlah 5 orang sementara perusahaan di kota Batam sangat banyak kurang lebih berjumlah 6000 perusahaan.

Jika perusahaan PT. Sumatera Maju Jaya melakukan sandblasting menggunakan pasir silica maka jelas itu merusak lingkungan terlebih lagi jika dilakukan luar ruangan hal tersebut ditegaskan oleh Hasbi perusahaan telah melanggar Peraturan Pemerintah 101 tahun 2014.

DLH berjanji akan turun langsung untuk memantau dan akan memanggil pihak perusahaan PT. Sumatera Maju Jaya untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban secara langsung atas kesalahan yang telah dilakukan sehingga berdampak tidak baik terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat yang berdomisili di sekitar perusahaan tersebut.

Hal serupa juga diucapkan oleh Jefry Simanjuntak menegaskan akan memanggil pihak Dinas Lingkungan Hidup dan pihak Perusahaan, jika terbukti melakukan kesalahan akan kita tindak secara tegas pengusaha terkait.Jelas bahwa dalam Peraturan Pemerintah 101 tahun 2014 jika sandblasting dilakukan di area terbuka sangat melanggar aturan yang ada tegas beliau yang saat ini bertugas di DPRD komisi-3 kota Batam.

Sebelum berita diterbitkan Wartawan mediatrias.com telah berusaha mengkonfirmasi kepada pemilik perusahaan atasnama Ali Ulai melalui nomor HP (0853-7550-8xxx) mengatakan bahwa dirinya bukan Ali Ulai atau salah sambung.

Reporter: jhon/arnik

Editor :zulham

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *