Semakin Maraknya Praktek Hutan Liar Alih Fungsi Hutan Lindung Sei Jago Makin Membias Di Bintan

  • Whatsapp

BINTAN- mediatrias.com – Kurang lebih 900 Hektar kawasan Hutan Lindung di kawasan Sei Jago, Tanjung Uban, Bintan Utara terancam beralih fungsi. Hutan lindung yang semula berfungsi sebagai hutan konservasi justru berubah fungsi lahan perkebunan dan pemukiman masyarakat.

Dari hasil pantauan di lapangan, kamis (07/17), ditemui sekelompok masyarakat yang dengan terang-terangan melakukan penebangan dan pembakaran kayu hutan lindung untuk membuka perkebunan secara liar, yang justru diketahui aparat dan petugas yang bersangkutan.

Bacaan Lainnya

Marhotang, salah satu penggarap lahan Hutan Lindung mengatakan, dirinya membuka lahan tersebut karena sudah mendapat arahan dari RT/ RW setempat untuk menggarap lahan hutan lindung tersebut.

“Kemarin saya sudah tanya kepada RT/RW katanya bisa aja digarap dengan menanam tanaman, tapi tak bisa langsung mendapat surat, namun kalau yang wilayah bagian timur hampir 50 hektar mereka sudah mendapatkan surat dari Kecamatan dengan jatah masing masing kepala keluarga 1 hektar untuk di tanami tanaman,“ ujar Marhotang.

Ironisnya pembalakan hutan lindung itu sudah sampai ketepian jalan raya, bahkan sampai di seputaran kantor Pos Polisi Kehutanan, yang beralamat di Jl. Raya Tanjung Uban Km.85 Bintan Utara. Lahan tersebut nampak kosong namun tidak difungsikan.

Lanjut Marhotang mengatakan, beberapa masyarakat sudah mengantongi surat penggunaan lahan tersebut. Bahkan surat tersebut diperjualbelikan oleh RT/RW yang di lanjutkan Kelurahan dan Kecamatan.

“Ada juga yang bayar sesuai apa yang diminta mereka, ada juga yang tidak bayar hanya dengan membuka dan menanami tanaman seluas 1 hektar baru bisa mendapatkan surat tanah, “lanjutnya.

Menurutnya, pembalakan dan pembukaan hutan lindung tersebut sudah berlangsung selama 3 tahun lamanya dan diketahui oleh dinas Kehutanan. Beredar pula informasi, dalam waktu dekat masyarakat akan di kumpulkan dalam pertemuan untuk membahas permasalahan perkebunan tersebut.

Sebenarnya terdapat himbauan yang menjelaskan larangan alih fungsi lahan tersebut dengan adanya plang pemberitahuan yang tertancap di sekitar lokasi. Sayangnya plang tersebut seperti pihak-pihak nampak acuh terhadap himbauan ini.

Adapun himbauan yang tertera pada plang tertulis himbauan sebagai berikut;

“Kepada semua pihak untuk tidak mengerjakan atau menggunakan dan/atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah, tidak merambah kawasan hutan, tidak melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan lindung, tidak membakar hutan lindung, tidak menebang pohon atau memanen hasil hutan di dalam kawasan hutan tanpa memiliki ijin dari pejabat yang berwenang ( uu no 41 tahun 1999 pasal 50 ayat 3 tentang kehutanan) karena melanggar UU no 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, UU no 41 tahun 1999 tentang kehutanan (sanksi Pidana Penjara 10 tahun dan denda Rp 200.000.000;”

Dari pantauan dilapangan hutan lindung Sei.Jago kini berubah menjadi datar tanpa adanya pepohonan karena sudah di tebang dan di bakar masyarakat dan di tanami beberapa tanaman palawija dan pohon Kelapa.

Reporter : (IKA/AF/red)

Editor :zulham

Sumber :indonesiaterbit.co.id

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *