Sempat Ricuh, Saat Lanjutan RDP DI komisi l DPRD Kota Batam Mengenai Fasum Kaveling Sambau, Nongsa

  • Whatsapp

BATAM, MEDIATRIAS.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang lanjutan permohonan Pak Daking sebagai pemilik lahan di RT 002, RW 00, Kaveling Sambau, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam.

RDP tersebut, dihadiri Camat Nongsa Arfandi, Lurah Sambau Raja Zulkarnain, Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tohap Erikson Pasaribu, Muhammad Fadhil, Siti Nurlailah, Tan A Tie, Utusan Sarumaha, dan Harimidi. Ketua RW 001 Kaveling Sambau Jumahat AB, perwakilan keluarga Muhammad alias Heri, kuasaha Pak Daking Dermawan Sinurat, dan lainnya. RDP tersebut dipimpin oleh Utusan Sarumaha, SH. Pada tanggal (7/8/2020).

Bacaan Lainnya

Rapat pembahasan Fasilitasn Umum (Fasum) tersebut sempat menegang, dikarenakan saling debat untuk mempertahankan pendapatnya, dan argumentasi yang tinggi.

Mulanya rapat berjalan tenang, setelah adanya Ketua RT 002 RW 001, Kaveling Sambau, Edi Haryanto, tidak sepaham dengan Mansur (anak Daking) saling sahut tidak terelakan terjadi pada saat RDPU berlangsung.

“Anda diam dulu. Anda ini dari tadi selalu tidak fai, kan fasum itu jelas masih sisa tanah bapak saya, Daking,” kata Mansur anak Daking yang memilik lahan Fasum yang sedang dibahas dengan nada keras.

Edi menyangkal, “Tunggu dulu, kan saya sedang menyampaikan yang sebenarnya,” sahut Edi. Saling sahut menyahut dalam ruang sidang itu pun menjadi panas. Saling Tunjuk-menunjuk terjadi.

Pimpinan rapat, Utusan Sarumaha. SH, langsung ambil alih kembali rapat yang sempat sedikit ricuh tersebut.

“Saya minta Bapak- bapak semua menghormati sidang ini. Jika semua bicara jadinya ribut, tak bisa kita dengar kesimpulannya,” ucap utusan sambil mengetuk palu sidang, dan rapat kembali kondusif. Sidang dilanjutkan kembali.

Daking sempat mengatakan, lahan Fasum itu dibangun pihak RT tanpa sepengetahuannya. Dan ia merasa dirugikan.

“Saya merasa dirugikan. Saya minta sekarang lahan saya dikembalikan. Jangan mentang-mentang Ketua RT. Kami juga tidak dianggap Oleh ketua RT ini,” kata Daking, Maznun menjelaskan.

Dalam kesempatan itu, Harmidi Umar Husein menanyakan kepada Ketua RT, Edi Haryanto tentang pembangunan bangunan posyandu di atas Fasum.

“Bangunan dari pemerintah pak. Izin dari pak Daking belum ada,” kata Edi. “Setahu saya, kalau namanya bangunan Pemerintah belum jelas status lahan tidak bisa dianggarkan. Ini bisa jadi pelanggaran anda,” ucap Harmidi.

Hasil sidang tersebut, Sarumaha menjelaskan, Pihak perwakilan BP Batam, Muliono pun belum bisa memberikan data pasti. Sehingga, diputuskan para pihak akan mengecek ke lokasi lahan pekan depan.

“Untuk lebih pasti, pekan depan kita agendakan tinjau lokasi lahan. Jadi biar jelas semua,” ujar Utusan Sarumaha. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *