Soal Penempatan WNI Dari Wuhan China  ke Natuna. Oleh Suryadi, Sekretaris umum MW KAHMI Kepri

  • Whatsapp

KEPRI,MEDIATRIAS.com-Terkait proses evakusai WNI dari wuhan china, perlu disikapi secara jernih, karena wilayah yang sangat sensitif berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, tentunya dilihat dari dua sisi yang berbeda yakni, kebijakan merekolasi WNI dari Wuhan merupakan satu langkah yang tepat sebagai berdirinya suatu negara dalam persoalan negaranya.

Ketika pemerintah merelokasi warganya, ini adalah pembuktian bentuk hadirnya negara sebagaimana disebutkan pada alenia ke 4 UUD 1945.

Muat Lebih

Kata kata melindungi segenap bangsa Indonesi dibuktikan dengan mengevakuasi dan menjamin mereka ke tanah air.

Kemudian kebijakan ke dua, terkait kebijakan pemerintah pusat menempatkan WNI dari wuhan ke natuna, hal itu merupakan bentuk otoriter. Memutuskan natuna dijadikannya atas evakusi tersebut, ini yang kemudian perlu dilihat, tidak ada konfirmasi kepada pemerintah di natuna.

Kanapa otoriter karena tidak ada konfirmasi kepada Pemerintahan di Natuna. Dinisilah meninggalkan pakta-pakta otoritarianisme pemerintah pusat.

Kemudian, pemda Natuna mengeluarkan surat edaran meliburkan anak sekolah dalam masa relokasi, hal itu ditentang oleh pemerintah pusat agar dicabut surat edaran yang telah dibuat pemda natuna. Disini pemerintah pusat tidak memberikan empati kepada pemda Natuna.

“Sekali lagi ini adalah menunjukan sikap otoritarianisme selanjutnya yang diperlihatkan oleh pemerintah pusat hari ini”.

Yang perlu di evaluasi adalah sikap otoritarianisme pemerintah pusat, dalam kacamata pemda natuna khususnya  disikapi secara positif, pemerintah dan masyarakat Natuna seharusnya merasa bersyukur, karena diberi kesempatan atas relokasi WNI, nah ini yang harusnya disikapi secara arif, karena dipercaya tempat relokasi.

Kemudian ada juga berkembang pemahaman yang liar ditengah masyarakat terkait frase karantina dan frase observasi,  Karantina dan observasi adalah Dua persoalan yang berbeda.

Kemenkes RI menyatakan 328 WNI dari wuhan adalah dalam keadaan sehat, mereka dalam proses observasi. Karena mereka berasal dari tempat endemik tempat terjangkitnya virus tetsebut, sebelum mereka dipulangkan metempat tinggalnya, maka perlu diobservasi.

Sedangkan karantina adalah mereka yang sudah terbukti terinveksi, ini pemahaman yang harus diluruskan kepada masyarakat.

Hari ini informasi yang berkembang ditengah masyarakat adalah bahwa relokasi WNI dari wuhan ke natuna adalah proses karantina, padahal tidak. Melainkan dalam proses observasi.

Selanjutnya pemerintah pusat memberikan apresiasi yang lebih kepada pemerintah Natuna, pemberian itu berupa  tambahan stimulus baik pemberian dana khusus maupun dana alokasi umum. Natuna adalah posisi daerah terluar dan terdepan.

Oleh kerena itu dijadikannya natuna sebagai relokasi WNI dari Wuhan maka dengan diberikannya stimulus, pemerintahan di Natuna dapat memberikan kesejahteraan bagi warga natuna.

Agar tidak terjadi polemik yang berkepanjangan, Pemerintah pusat dan pemda Natuna harus duduk bersama dan menentramkan agar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat, memberikan klarifikasi yang utuh untuk ketentraman bersama.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *