Tindakan Represif dari Intelkam Polresta Barelang terhadap aksi mahasiswa Kota Batam, 18 NOVEMBER 2020

  • Whatsapp

BATAM,MEDIATRIAS.com – Ketua Bem FKIP Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batam Diky Candra menjelaskan bahwa terkait aksi menolak omnibus law yang di ikuti oleh beberapa kampus di kota Batam termasuk Unrika mendapatkan tindakan represif dari pihak Intelkam Polresta barelang dilapangan.

Sebelum kami melaksanakan aksi damai menolak omnibus law kami sudah menyerahkan surat pemberitahuan. no, surat 003 /BEM FKIP/XI/2020 kepada pihak Intelkam Polresta barelang,karna sesuai dengan mekanisme Undang-undang, namun ketika aksi berjalan dilapangan kami diintimidasi bahkan ada beberapa dari teman-teman kami di tendang dan di cekek tindakan represif yang dilakukan oleh pihak Intelkam Polresta barelang seperti halnya para preman bayaran, kami merasa kecewa karena aparat keamanan malah melanggar undang-undang.

Bacaan Lainnya

Lanjut Diky Seorang pimpinan di instansi negara harusnya mengikuti dan menjalankan undang-undang bukan melanggar undang-undang, apalagi melakukan tindakan represif kepada mahasiswa yang sedang melaksanakan aksi damai.

Kami juga akan melapor pihak polda kepri dan kapolri surat terkait persoalan tindakan represif dari pihak Intelkam Polresta barelang kepada kami mahasiswa yang Menyampaikan pendapat dimuka umum sesuai dengan undang-undang no.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum dan pasal 28 UUD 1945 ujar Diky.

Intelkam Polresta barelang harus dicopot karena tidak profesional dalam pekerjaannya sebagai pihak kepolisian, ini merupakan salah, satu pelanggaran kode etik sehingga kami akan menindak lanjuti persoalan ini POLDA kepri dan POLRI yang dilakukan oleh pihak Intelkam Polresta barelang tutup Diki.(rp )

loading...

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *