Tolak Rapid Test Dan Pulangkan Saudaranya,Warga Tanjung Hataran Demo Kantor Pangulu

  • Whatsapp

BANDAR HULUAN,MEDIATRIAS.com- Ratusan warga Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara lakukan Demo di Kantor Pangulu Nagori Tanjung Hataran menolak dilakukan Rapid test, Senin 29/6/2020 sekira pukul 09.00 Wib.

Pantauan Awak Media di lokasi, aksi warga yang tergabung dari Tiga Huta tersebut, antara lain Huta l, ll dan lll tersebut menolak dilakukan Rapid Test karena mereka merasa sehat, dan menuntut Saudara mereka untuk di pulangkan yang sekarang berada di Rumah Sakit, Tak hanya itu, warga juga menolak Nasi kotak yang biasa nya dibagikan kepada warga setiap harinya, dan terlihat juga Warga memasang Karton di jalan masuk menuju Nagori Tanjung Hataran tersebut dengan bermacam tulisan, “tolak rapid test, kami tidak butuh nasi kotak, pulangkan keluarga kami dan bersihkan Nama Nagori kami”, seperti terlihat pada pagi hari sekira pukul 07.30 Wib, sekitar 870 Nasi Kotak yang akan dibagikan kepada warga Huta ll di tolak oleh warga dengan cara Mem Blokade  jalan, sehingga Nasi Kotak yang akan dibagikan dikembalikan lagi ke Dapur Umum yang ber tempat di SMPN 1 Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan.

Bacaan Lainnya

Menurut salah seorang warga mengatakan, adanya aksi tersebut bermula dari adanya informasi Tim medis akan melakukan Rapid Test kepada warga di daerah tersebut yang diduga terpapar Virus Covid-19, dan warga menolaknya, Sehingga ratusan warga Nagori Tanjung Hataran menggelar aksi demo menolak akan dilakukan Rapid Test tersebut.

Gusti, salah seorang warga dalam Orasinya meminta kepada Pemerintah, Saudara kami yang ada di Rumah Sakit agar segera di pulangkan, sudah lebih 14 hari di Rumah Sakit, sementara mereka sehat, “mohon Nagori kami ini di bersihkan dari isu Covid-19, karena kami seperti merasa dikucilkan atau najis, sekali lagi kami berharap agar Bupati Simalungun bisa memulangkan saudara kami,” harap nya.

Hal senada juga dikatakan warga lain nya Nurama, warga yang di bawa ke rumah sakit sudah lebih 14 hari seharusnya dipulangkan, tetapi sampai saat ini belum ada kabarnya. “kalo makan saja berapalah itu, kami minta agar warga yang di rawat di Rumah Sakit segera dipulangkan. ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pangulu Nagori Tanjung Hataran Rusli, memohon maaf, dirinya mengatakan, karena kita adalah sebagai manusia, jika ada kesalahan disitu silahkan menempuh jalur hukum.

Sementara Camat Bandar Huluan Masrah SH, dihadapan ratusan warga mengatakan, kita akan melaporkan tuntutan warga kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun, dikarenakan kami tidak ada Hak untuk mencabut, karena tim lah nanti yang mengetahuinya, Sebab masalah Covid-19 ini adalah masalah internasional, bukan hanya Nagori ini saja, nanti perwakilan masyarakat sebanyak 4 Orang akan kita bawa untuk menghadap Gugus Tugas Covid-19 ini, biar nanti dapat penjelasan dari sana, tutup nya meng ahiri. || ds.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *